IFBC Banner

Remaja Lelaki di Nunukan Alami Gangguan Mental Usai Diperkosa Mantan PSK

Selasa, 24 Mei 2022 – 04:04 WIB

Ilustrasi pelecehan pada laki-laki (Foto:Istimewa)

Ilustrasi pelecehan pada laki-laki (Foto:Istimewa)

NUNUKAN, REQNews - Kanit Perlindungan, Perempuan, dan Anak (PPA) Polres Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) Ipda Martha Nuka membenarkan adanya kasus pelecehan yang dialami remaja laki-laki bernisial M (16).

Kini M (16) mengalami depresi setelah menjadi korban pelecehan seksual dari salah satu mantan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kejadian tersebut menyebabkan mental remaja tersebut terganggu. Berdasarkan dari data sekolah, M merupakan salah satu anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia yang saat ini bersekolah di Nunukan.

“Iya sekarang sudah kami tangani dan proses tahap penyidikan, pelaku juga sudah di tahan,” ungkap Martha, Senin 23 Mei 2022.

Martha mengemukakan saat ini untuk korban belum bisa diperiksa karena masih dalam tahap recovery.

Terungkapnya perbuatan asusila antara korban dengan wanita bernama Sariyem berawal dari adanya laporan dari orang tua M pada hari Jum’at 20 Mei 2022 lalu.

Untuk diketahui, Sariyem merupakan wanita yang hidup sendiri tanpa suami. Kesehariannya, bekerja sebagai pengikat rumput laut di Kecamatan Nunukan.

“Jadi korban ini awalnya berkenalan dengan pelaku melalui media sosial (Medsos). Hubungan mereka pun lebih instens, bahkan korban yang saat itu berada di asrama pun sering izin mau ke rumah ibadah, padahal bertemu dengan pelaku (Sariyem). Dan hubungan seks pertama mereka dilakukan pada bulan Februari,” jelasnya.

Saat diamankan pihak kepolisian, Sariyem menolak disebut sebagai mantan PSK.

“Dari hasil pemeriksaan, korban ini membantah memberikan obat kuat kepada korban. Dan dia juga mengaku bukanlah bekas pekerja seks,” ucapnya.

Guna mengungkap kasus itu, tim Unit PPA Polres Nunukan sudah meminta beberapa saksi dari pihak sekolah dan perwakilan Dinas Sosial (Dinsos). Dan penyidik juga sudah berkoordinasi dengan dokter spesialis anak, kulit, dan kelamin, serta spesialis jiwa..

Kini Sariyem telah ditahan di Polsek KSKP Nunukan guna penyelidikan lebih lanjut. Dan diancam dengan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU Jo pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan hukuman penjara paling 15 tahun.