IFBC Banner

Enam Polisi Dicopot Buntut Dugaan Terlibat Kematian Arfandi, Kombes Komang: Lalai Jalankan Tugas

Selasa, 24 Mei 2022 – 11:00 WIB

Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)

 

JAKARTA, REQnews - Sebanyak enam polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, dicopot buntut dugaan keterlibatan dibalik kematian pengedar narkoba, Muhammad Arfandi Ardiansyah (18). Arfandi tewas diduga mengalami tindak penganiayaan usai ditangkap polisi. 

"Jadi mereka saat dalam menjalankan tugasnya lalai," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana, Senin 23 Mei 2022.

 
Para polisi itu lalu dimutasikan ke Mapolda Sulawesi Selatan, lantaran dianggap lalai saat menjalankan tugasnya.

Enam polisi tersebut di mutasi ke bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polda Sulsel berdasarkan adanya surat telegram STR/290/V/KEP/2022 per tanggal 18 Mei 2022.

Hal itu dilakukan kata Komang agar proses penyelidikan kasus kematian pengedar narkoba itu bisa berjalan lebih mudah.


"Dari perintah kapolda, ke 6 anggota narkoba itu ditarik ke polda untuk ditempatkan di Yanma Polda Sulsel agar mempermudah pemeriksaan dan mereka juga bisa fokus,"ucapnya.

Kendati demikian kata Komang, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel dan hasil autopsi jenazah pengedar narkoba tersebut sehingga bisa disimpulkan kelanjutan kasus ini.

"Nanti kita lihat bagaimana hasil pemeriksaan propam dan hasil autopsinya, dari situ kita bisa simpulkan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Muh Arfandi Ardiansyah (18) ditangkap polisi dengan tuduhan sebagai pengedar narkoba di Makassar. Namun setelahnya, dia meninggal setelah mengalami sesak nafas dan terdapat sejumlah luka lebam di beberapa tubuhnya.

Pihak keluarga pun melaporkan dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Arfandi.