IFBC Banner

Lima Polisi yang Terlibat Kasus Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Diberi Hukuman Ini

Selasa, 24 Mei 2022 – 17:05 WIB

Kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat erbit Rencana Peranginangin (Foto:Tribunnews)

Kerangkeng manusia di kediaman Bupati Langkat erbit Rencana Peranginangin (Foto:Tribunnews)

MEDAN, REQNews - Lima personel polisi yang diduga terlibat dalam kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin telah diberi tindakan tegas oleh Polda Sumatera Utara.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memberikan hukuman beragam terhadap lima personelnya tersebut.

Lima personel yang dijatuhi sanksi itu adalah AKP ES berstatus sebagai saudara ipar Terbit Rencana Peranginangin.

Aiptu RS dan Bripka NS sebagai ajudan. Briptu YS sebagai penjemput penghuni kerangkeng yang kabur.

Bripda ES berperan sebagai penjemput penghuni kerangkeng dan disebut LPSK melakukan penganiayaan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, kelima anggota Polri itu dijatuhi sanksi beragam.

"Ada yang sanksi demosi, penundaan pangkat dan mutasi, tidak menerima gaji berkala dan ada beberapa sanksi lagi yang dijatuhkan kepada lima personel itu sesuai dengan perannya masing-masing dan itu sudah kita sidangkan," kata Kombes Hadi Wahyudi, Selasa 23 Mei 2022.

Meski demikian, Polda Sumut kembali mengatakan bahwa lima personelnya tidak terlibat menganiaya tahanan hingga tewas.

Kelima anggota Polri itu dijatuhi sanksi lantaran mengetahui ada kerangkeng manusia tetapi tidak melapor ke atasan.

"Kemarin sudah disidangkan, dan lima orang itu dan putusan sudah mereka terima. Tetapi terkait dengan secara langsung terlibat, mereka tidak," kata Hadi.

Sejauh ini sudah 9 orang ditetapkan tersangka kasus tahanan tewas di kerangkeng milik Terbit Rencana Peranginangin diantaranya ialah anak Bupati Langkat nonaktif Dewa Peranginangin dan Terbit Rencana Peranginangin. Lalu ada 10 prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang dijadikan tersangka.