IFBC Banner

Edy Mulyadi Adu Mulut dengan Petugas dan JPU di PN Jakpus Gegara Tidak Boleh Lakukan Ini

Selasa, 24 Mei 2022 – 19:35 WIB

Edy Mulyadi bersitegang dengan petugas di PN jakpus (Foto:Istimewa)

Edy Mulyadi bersitegang dengan petugas di PN jakpus (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Terdakwa ujaran kebencian 'tempat jin buang anak', Edy Mulyadi bersitegang dengan petugas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa 24 Mei 2022.

Di luar ruang sidang Edy dan beberapa pendukungnya terlihat adu mulut dengan petugas setelah hakim menskorsing sidang.

Selain itu, petugas juga sempat dorong-dorongan dengan Edy yang tetap ngotot.

Ternyata peristiwa tersebut lantaran petugas dan jaksa penuntut umum (JPU) tak mengizinkan Edy untuk memberikan keterangan pers.

Edy yang merasa memiliki hak untuk berbicara tetap bersikeras untuk memberikan keterangan pers.

"Udahlah kasih saya kesempatan. Hak saya berbicara," kata Edy.

Pada sedang sebelumnya saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan, Jaksa mengatakan, pernyataan Edy Mulyadi mengandung unsur kebohongan. Kemudian, kredibilitasnya yang mengklaim berprofesi sebagai wartawan juga dipertanyakan.

Kemudian, jaksa juga mengatakan, pernyataan Edy soal lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur sebagai tempat jin buang anak, adalah sebuah khayalan belaka.

"Pernyataan terdakwa hanya dongeng dan mengada-ada. Jangan kedepankan kebencian terhadap pemerintah. Jangan mencampuradukan kalimat yang sebabkan keonaran, khususnya di Kaltim," ujar JPU.

Lebih lanjut, JPU menegaskan bahwa perkataan Edy sudah melukai hati masyarakat Kalimantan dan merusak prinsip persamaan hak.

"Pernyataan terdakwa telah merendahkan dan memperburuk citra Kalimantan, membuat Kalimantan seolah tidak bernilai apa pun, citrakan Kalimantan sebagai tempat horor di mata masyarakat," kata JPU.