IFBC Banner

Deretan Bintara Polisi yang Bikin Publik Naik Darah, Ada Briptu Hasbudi hingga Bripda RPH

Rabu, 25 Mei 2022 – 17:31 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Belakangan ini, sejumlah kasus pelanggaran yang dilakukan oleh anggota polisi sempat menyita perhatian berbagai publik, hingga viral di media sosial.

Dengan berbagai macam kasus seperti kepemilikan tambang ilegal, kemudian ada yang menembak tetangga, hingga perselingkuhan antar sesama anggota Polri.

Bahkan rata-rata, para polisi tersebut terbilang masih muda dengan pangkat Bintara. Berikut deretan nama mereka.

1. Briptu Hasbudi

Anggota Polairud Polres Tarakan Briptu Hasbudi ditangkap terkait dengan kasus dugaan bisnis tambang emas ilegal, pada Kamis 5 Mei 2022 sekitar pukul 12.15 WITA di Bandar Udara Juwata Tarakan.

Polisi juga menyebut adanya dugaan aliran dana ke sejumlah pejabat publik di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) hingga luar Kaltara. Selain itu, Polda Kaltara juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk speed boat celebes milik Briptu HSB (Hasbudi) yang diduga digunakan untuk membawa narkoba hingga daging ilegal.
 
Atas perbuatannya itu, Briptu Hasbudi dijerat Pasal 158 jo Pasal 160 Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu bara dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar.

Ia juga diduga terlibat kepemilikan bisnis ilegal, seperti baju bekas dan narkotika, karena ditemukan 17 kontainer berisi pakaian bekas. Sehingga Briptu Hasbudi dijerat Pasal 112 juncto Pasal 51 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Lalu Pasal 51 Ayat (2) juncto Pasal 2 Ayat (3) huruf d Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dari Barang Dilarang Impor, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Serta dijerat Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. 

2. Bripka HM

Polisi yang bertugas di Polres Kubu Raya Polda Kalimantan Barat itu dipecat dari Polri, karena melanggar kode etik profesi berupa penelantaran keluarga sejak 2020 dalam pelaksanaan tugasnya. Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) itu dipimpin langsung Kapolres Kubu Raya AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, Senin 23 Mei 2022.

"Keputusan PTDH ini telah melalui proses yang sangat panjang dengan pelaksanaan sidang disiplin dan yang terakhir sidang komisi Kode Etik Polri dan peristiwa tersebut benar-benar sangat memprihatinkan kita semua," kata Jerrold dalam keterangan tertulis, Selasa 24 Mei 2022.

Namun, Jerrold tak menjelaskan lebih detail terkait dengan penelantaran keluarga seperti apa yang dilakukan Bripka HM. Ia pun meminta anak buahnya untuk tidak meniru perbuatan Bripka HM yang dapat merugikan diri sendiri dan Polri.

"Saya berharap kepada seluruh personel jajaran Polres Kubu Raya, secara pribadi maupun atas nama pimpinan agar tidak ada lagi upacara seperti ini di waktu mendatang," ujar Jerrold.

3. Briptu A dan Bripda RPH

Seorang polisi bernama Briptu A ketahuan berselingkuh bersama seorang polisi wanita (Polwan) bernama Bripda RPH. Kasus perselingkuhan antar sesama anggota Polri itu pun diungkapkan oleh istri Briptu A bernama Isty Febryani.

Akibatnya, Briptu A pun kemudian dipecat sebagai anggota Polri, sementara Bripda RPH dimutasi. "Briptu A diberhentikan dengan tidak hormat. Sedangkan Bripda RPH diberikan sanksi demosi. Demosi itu adalah downgrade, dipindahkan ke Bintara Yanma Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Selasa 24 Mei 2022.

Zulpan mengatakan putusan etik tersebut telah keluar jauh sebelum kabar perselingkuhan tersebut viral di media sosial. "Kasusnya sudah selesai berdasarkan sidang kode etik," katanya. 

4. Briptu RS

Anggota Polda Jawa Tengah bernama Briptu RS terlibat keributan hingga melepaskan tembakan dengan senjata jenis air softgun, yang mengenai tetangganya sendiri di Semarang, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa keributan tersebut terjadi di Tambakrejo RT 01 RW 16 Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Pihaknya pun meminta maaf ats kejadian tersebut. "Kami mohon maaf atas kejadian tersebut dan Polda Jateng berkomitmen untuk menuntaskan kasus tersebut," kata dia.

Dirinya pun mengungkap kejadian tersebut berawal dari Briptu RS yang berkelahi dengan salah seorang sepupunya berinisial SY, yang diduga karena masalah keluarga.

Salah seorang tetangga bernama Sobirin pun mencoba melerai, namun akhirnya tertembak. "Kemudian korban S berniat melerai keributan antara Briptu RS dengan SY," katanya.

Berdasarkan pemeriksaan, Briptu RS mengaku tak sengaja meletuskan peluru dari air softgun yang dibawanya hingga mengenai kaki korban dan langsung dibawa ke rumah sakit.

Iqbal pun berjanji, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "Terduga pelaku Briptu RS saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Bidpropam Polda Jateng," kata Iqbal.