IFBC Banner

Bongbong Marcos Resmi Diproklamirkan Sebagai Presiden Filipina Berikut

Rabu, 25 Mei 2022 – 19:15 WIB

Foto: Manila Times

Foto: Manila Times

Manila, REQNews.com -- Dewan Perwkilan Rakyat (DPR) Filipina, Rabu 25 Mei, resmi memproklamirkan Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr sebagai presiden Filipina berikut, setelah menang telak dalam pemilu.

Bongbong Marcos mulai menjabat bulan depan. Ia memperoleh 31,6 juta, atau 58,8 persen suara, dalam perhitungan akhir hasil pemilu yang dirilis parlemen.

"Dengan ini saya menyatakan Ferdinand 'Bongbong' Romualdez Marcos Jr sebagai presiden terpilih Republik Filipina," kata Lord Allan Velasco, ketua DPR Filipina.

Pernyataan disampaikan setelah legislator mengesahkan laporan yang menyatakan Bongbong Marcos sebagai pemenang pemilu. Kemenangan Bongbong mengikuti pengpuran online tanpa henti dari masa lalu keluaganya, dan aliansi dengan dinasti politik saingan yang memiliki sarana untuk mempengaruhi pemilih.

Di Filipina, pemilihan presiden hanya sekali, atau menggunakan mayoritas sederhana. Artinya, peraih suara terbanyak akan menjadi pemenang.

Leni Robredo pesaing utama Bongbong Marcos jauh berada di belakang, dengan perolehan 15 juta suara. Manny Pacquiao, mantan petinju kelas dunia, harus gigit jari dengan perolehan suara tiga juta.

Rencananya, Bongbong Marcos Jr akan dilantik pada 30 Juni mendatang. Setelah pelantikan, pendukung akan mengantar Bongbong Marcos ke Istana Malacanang.

Sejarah terkadang ironi. Tahun 1986, jutaan massa menggeruduk Istana Malacanang untuk memaksa Ferdinand Marcos -- ayah Bongbong Marcos Jr -- lari ke Hawaii. Kini, situasi berubah, Bongbong Marcos Jr dipercaya memimpin Filipina.

Sara Duterte, putri Rodrigo Duterte, juga dinyatakan sebagai pemenang kursi wakil presiden. Ia tiba dengan kemeja formal tradisional dan disambut di ruang tunggu.

Imelda Marcos, mantan ibu negara berusia 92 tahun, datang dengan kursi roda. Ia didampingi Louise Araneta-Marcos -- ibu negara yang baru.

Jauh dari tempat Bongbong Marcos Jr diproklamirkan, ratusan polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa bentrok di luar gedung Komisi Hak Asasi Manusia. Water canon digunakan untuk membubarkan keruunan aktivis.

Sejauh ini Bongbong Marcos Jr hanya memberi sedikit petunjuk tentang bagaimana dia akan memerintah negeri berpenduduk 110 juta jiwa yang dilanda kemiskinan menahun.

Selama kampanye, Bongbong Marcos menghindari pertanyaan sulit dan debat televisi dengan pesaingnya. Salah satunya adalah pertanyaan soal korupsi keluarganya selama berkuasa tahun 1980-an.

Bongbong Marcos Jr sangat mengabumi ayahnya. Ia diperkirakan memerintah seperti ayahnya. Ia telah mengalami ketakutan ketika terusir dari Istana Malacanang, dan tidak takut mengalaminya lagi.