IFBC Banner

Sidang Pembuktian Kasus Jouska, JPU Hadirkan Dua Saksi di Persidangan

Rabu, 25 Mei 2022 – 21:10 WIB

PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska)

PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska)

JAKARTA, REQnews - Kasus dugaan tindak pidana penipuan investasi yang melibatkan PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) kini memasuki tahap sidang pembuktian.

CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno sebagai terdakwa dan dua saksi lainnya dari pihak korban penipuan pun dihadirkan dalam persidangan.

"Saksi kami panggil empat, namun yang bisa hadir dua orang," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darno dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu 25 Mei 2022 siang.

Dalam persidangan, saksi bernama Danu mengatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut. "Secara aktual tidak mendapatkan keuntungan," kata Danu.

Padahal sebelumnya ia melihat sudah ada keuntungan, namun ketika ingin diambil, pihak dari Jouska menyarankan tidak ditarik. "Sayang, ngapain ditarik, bisa diakumulasikan," ujarnya.

Sementara saksi Yohanes menyebut bahwa saat itu Independent Financial Advisor of Jouska Indonesia Julius Andre, mengharuskan dirinya untuk membuka Phillip Sekuritas.

Padahal saat itu dirinya telah memiliki akun sekuritas lain. "Julius Andre bilang harus membukanya di Phillip Sekuritas," kata Yohanes dalam persidangan.

Ia mengatakan bahwa saat itu pihak Jouska menjanjikan akan menginvestasikan dana miliknya di saham-saham blue chip.

Yohanes menyebut saat itu dibelikan saham SMRA, JPFA dan dua lainnya. Namun, dua saham lainnya tersebut dijual kurang dari tiga minggu setelah pembelian.

Kemudian dibelikan saham BBNI sebanyak 13 persen, sedangkan 80 persen lebih dibelikan saham lainnya.

"Julius Andre bilang saham-saham bagus, ada standby buyer yang siap, tapi tidak memberitahu harganya berapa," kata dia.

Dirinya pun mengaku mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 98 juta dari total investasi Rp 130 juta. "Uang yang kembali Rp 30 juta," lanjutnya.

Diketahui dalam kasus tersebut selain Aakar Abyasa sebagai terdakwa, juga menyeret nama Direktur Amarta Investa Indonesia Tias Nugraha Putra yang juga dihadirkan dalam persidangan.

Dari kasus penipuan investasi yang diduga dilakukan oleh PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska) itu, telah merugikan klien atau korban sebesar Rp 14,7 miliar.

Atas perbuatannya itu, para terdakwa didakwa dengan Pasal 103 ayat (1) Jo Pasal 34 ayat (1) UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Jo Pasal 55 ayar (1) ke-1 KUHP.

Sibsidair Pasal 103 Jo Pasal 30 ayat (1) UU RI No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Jo Pasal 55 ayar (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayar (1) ke-1 KUHP.

Dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Jo Pasal 10 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).