IFBC Banner

Tuai Pro Kontra, Anggota DPRD Banyuwangi Usulkan Perda Pemberdayaan Janda dan Poligami

Kamis, 26 Mei 2022 – 09:10 WIB

Ilustrasi Pernikahan (Foto:Istimewa)

Ilustrasi Pernikahan (Foto:Istimewa)

BANYUWANGI, REQNews - Anggota DPRD Banyuwangi, Basir Qodim yang merupakan Politisi PPP mengusulkan rancangan Peraturan Daerah (Perda) Pemberdayaan Janda.

Alasan dirinya mengusulkan rancangan perda tersebut karena Banyuwangi menyandang daerah dengan angka perceraian sangat tinggi.
Diperkirakan hampir setiap tahun muncul sekitar 7.000 janda.

Basir mengatakan data dari Pengadilan Agama Banyuwangi, setiap bulannya memutus kasus perceraian rata-rata 600 hingga 700 kasus.

Dengan kondisi seperti ini banyaknya janda belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

"Jadi, usulan Perda ini karena prihatin banyaknya janda di Banyuwangi akibat tingginya angka perceraian. Tentunya, ini harus dicarikan solusi dengan membuat payung hukum," kata Basir Qodim, Kamis 26 Mei 2022.

Basir mengusulkan harusnya diadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan perekonomian.

"Harusnya, ada pelatihan-pelatihan, sehingga para janda ini diberdayakan secara ekonomi. Karena, banyak para janda yang terpaksa menjadi kepala keluarga," jelasnya.

Selain mengatur pemberdayaan janda, Perda ini diusulkan juga mengatur tentang poligami untuk menyelamatkan para janda.

"Poligami ini tentunya hanya untuk yang mampu, termasuk ASN juga bisa jika memang mampu," ujar Basir.

Pihaknya menyadari usulan Perda ini akan banyak mendapatkan penolakan. Bahkan, akan dinilai negatif. Namun, dirinya akan tetap memperjuangkan usulan ini bisa lolos menjadi rancangan Perda.

Usulan Perda Janda ini akan diajukan dalam Program Pembentukan Perda (Pemperda) tahun 2023.

"Akan kita usulkan tahun 2022 ini. Jika disepakati, akam dibahas di tahun 2023," ujarnya.