IFBC Banner

Brigjen Ahmad Bongkar Modus Penggalangan Dana Teroris, Mulai dari Pinjol Hingga Lakukan Perampokan

Jumat, 27 Mei 2022 – 16:12 WIB

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Karopenmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan megungkap modus jaringan teroris di Indonesia dalam menggalang dana, salah satunya melalui pinjaman online (pinjol).

"Dinamika perkembangan teknologi secara global juga mempengaruhi modus pencarian dana yang dilakukan kelompok terorisme terutama kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah) dan AD (Anshor Daulah) selaku pendukung ISIS," kata Ahmad kepada wartawan, Jumat 27 Mei 2022.

Ia menyebut bahwa fenomena tersebut pernah terungkap pada tahun 2019 lalu, di mana jaringan teroris mendapatkan belasan juta dari pinjol. "Kelompok AD Jawa Barat melakukan berbagai pinjaman online melalui berbagai jasa pinjol untuk mengumpulkan dana," kata dia.

Selain itu, mereka juga kerap melakukan crowdfunding atau penggalangan dana melalui media sosial terhadap kelompoknya masing-masing atau masyarakat umum mengatasnamakan sosial, agama dan pendidikan.

Ahmad menduga modus itu digunakan untuk mempermudah mereka mendapat dana yang tidak sedikit dan cepat. Bahkan, jaringan tersebut meminta sumbangan hingga ke luar negeri.

Jenderal bintang satu itu mengatakan pada 2016, kelompok JAD Surakarta ditemukan telah mendapat kiriman dana dari Suriah untuk melakukan tindak pidana terorisme berupa bom bunuh diri di Polres Surakarta.

Lebih lanjut, jaringan teroris tersebut juga mengumpulkan dana melalui pendekatan tatap muka atau offline dengan meminta sumbangan kepda kelompoknya ataupun masyarakat umum.

Bahkan, Ahmad menyebut bahwa para anggota menjual aset pribadi sebagai modal melaksanakan kegiatan tindak pidana terorisme. "Pada aspek ini cenderung digunakan untuk biaya hijrah pergi ke luar negeri baik ke Suriah maupun Philipina untuk bergabung dengan kelompok ISIS yang ada di sana," lanjutnya.

Selanjutnya, kelompok teroris Abu Roban pada 2021 lalu sempat melakukan perampokan yang mereka sebut sebagai Fa'i. Seperti di bank, kantor pos, toko bangunan hingga toko emas juga kerap menjadi sasaran.

"Kelompok MIT cenderung melakukan pencurian R2 (kendaraan roda dua) dan dijual yang uangnya dikirimkan ke Kelompok MIT yang berada di gunung," ujarnya.