IFBC Banner

Berpekara dengan Anggota DPR, Adam Deni Dituntut Delapan Tahun Penjara

Selasa, 31 Mei 2022 – 01:01 WIB

Adam Deni (Foto:Istimewa)

Adam Deni (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara menuntut terdakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari dengan hukuman delapan tahun penjara.

IFBC Banner


Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari dituntut terkait kasus pelanggaran informasi dan transaksi elektronik (ITE).

"Kami menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta, yang memeriksa dan mengadili perkara ini, untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari, masing-masing dengan pidana penjara delapan tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata JPU Kejari Jakarta Utara Baringin Sianturi saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin 30 Mei 2022.

JPU juga menuntut denda untuk masing-masing terdakwa sebesar Rp1 miliar; dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan kurungan selama lima bulan.

JPU menyatakan terdakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita Anggari terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana dalam dakwaan primer.

Dalam dakwaan primer, Adam Deni dan Ni Made didakwa Pasal 48 ayat (3) juncto Pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 48 ayat (2) juncto Pasal 32 ayat (2) dan lebih subsider Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1).

"Kami berkesimpulan bahwa terdakwa Adam Deni dan Ni Made terbukti melanggar dakwaan primer. Maka, dakwaan subsider tidak perlu dibuktikan lagi dalam persidangan," kata JPU menegaskan.

Hal yang memberatkan ialah karena terdakwa tidak menunjukkan sikap penyesalan dalam persidangan dan tidak bersikap baik selama proses persidangan. Hal itu dibuktikan dengan terjadinya keributan selama persidangan dilaksanakan. Selain itu, para terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan.

Sementara itu, hal yang meringankan ialah para terdakwa belum pernah dihukum.

Seperti diketahui Adam Deni dilaporkan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni . Saat hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Rabu 6 April 2022,  Ahmad Sahron membeberkan kasusnya hingga dirinya melaporkan Adam Deni.

Diceritakan Ahmad Sahroni, awalnya Adam Deni sering menyindir dirinya lewat bahasa yang kerap dipakainya. Walau begitu, awalnya Adam Deni memang tidak menyebut namanya sehingga ia membiarkannya.

Di hari ke-13 ia menunggu, Adam Deni akhirnya mengungkap namanya. Tanpa ragu, Ahmad Sahroni pun langsung melaporkannya ke kantor kepolisian.

"Sudah saya ikuti, baru ada nama saya. Hari ke-13 menunggu, baru ada nama saya. Langsung saya laporkan," jelas Ahmad Sahroni.

Selain itu, ia menyebut postingan Adam Deni mengandung ancaman terhadapnya. Ia juga menilai apa yang diunggah Adam Deni merupakan dokumen pribadinya bersama dengan terdakwa dua, Ni Mase Dwita Anggari.