IFBC Banner

Penyidik Bareskrim Polri Kembali Serahkan Berkas Perkara Indra Kenz ke JPU

Senin, 06 Juni 2022 – 15:42 WIB

Indra Kenz dengan mobil mewahnya (Foto: Instagram)

Indra Kenz dengan mobil mewahnya (Foto: Instagram)

JAKARTA, REQnews - Penyidik Bareskrin Polri kembali menyerahkan berkas perkara tersangka affiliator Binomo, Indra Kenz (IK) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Senin 6 Juni 2022.

IFBC Banner


"Pada hari Senin tanggal 6 Juni berkas perkara IK sudah dikirimkan kembali ke JPU setelah dilengkapi petunjuk dari P19 Jaksa Penuntut Umum," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Gatot Repli Handoko di Gedung Humas Polri.

Ia mengatakan bahwa saat ini, penyidik masih terus mengejar atau melakukan tracking aset milik Indra Kenz. "mengejar dan melakukan tracking aset ke mana saja uang Binomo, untuk semaksimal mungkin bisa dihadirkan ke sidang atas kerugian masyarakat," ujarnya.

Diketahui dalam kasus tersebut 7 orang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah Indra Kenz (IK) berperan sebagai afiliator, Fakarich (F) sebagai mentornya, Brain Edgar Nababan (BEN) selaku Manager Development Platform Binomo dan perekrut afiliator di Indonesia.

Kemudian ada Wiky Mandara Halim (WMH) ia bertugas sebagai admin grup Telegram kelas trading milik Indra Kenz, Vanessa Khong (VK), adik Indra Kenz yaitu Nathania Kesuma (NK) dan ayah Vanessa Khong, Rudiyanto Pei (RP).

Dari kasus tersebut, pihaknya telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti seperti dokumen dan alat bukti elektronik, kemudian 2 mobil merek Tesla dan Ferrari California.

Lalu ada 3 unit rumah di Sumatera Utara, 1 unit tanah dan bangunan di Tangerang dan ada 12 jam tangan mewah hingga uang tunai sebesar Rp 1.645.000.000.

Terbaru, pihak kepolisian juga menyita uang dengan jumlah Rp 1.886.000.000 dari rekening payment gateway di perusahaan bernama PT Dhasatra Money Transfer.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2), dan/atau Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 378 KUHP jo. Pasal 55 KUHP.

Sementara Vanessa dan ayahnya serta adik Indra Kenz dijerat dengan Pasal 5 dan/atau Pasal 10 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Pasal 55 ayat 1e KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun serta denda maksimal Rp 1 miliar.