IFBC Banner

Nyabu Hingga Diringkus BNN, KY Rekomendasikan 2 Hakim PN Rangkasbitung Dipecat

Jumat, 10 Juni 2022 – 23:03 WIB

Ilustrasi palu hakim (Foto: Istimewa)

Ilustrasi palu hakim (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Dua hakim Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung berinisial DA dan YR yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu direkomendasi oleh Komisi Yudisial (KY) merekomendasikan untuk dipecat. 

IFBC Banner


 

"Benar, Komisi Yudisial sudah melakukan pleno Kamis kemarin. Hasilnya Komisi Yudisial mengajukan Majelis Kehormatan Hakim (MKH) dengan sanksi pemberhentian tidak hormat. Selanjutnya, kita menunggu pemeriksaan di Majelis Kehormatan Hakim (MKH)," ucap Juru Bicara KY Miko Ginting, Jumat 10 Juni 2022.


Keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat pleno yang digelar KY pada Kamis 9 Juni 2022.

"MKH nanti dilaksanakan bersama oleh KY dan MA dengan komposisi majelis 4 orang dari KY dan 3 orang dari MA," kata Miko.

Seperti diketahui, DA dan YR ditangkap jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten pada saat sedang menggunakan sabu di kantor PN Rangkasbitung, Selasa 17 Mei 2022 lalu.

Kasus terungkap saat BNN Provinsi Banten mendapat informasi mengenai pengiriman sabu melalui agen jasa pengiriman.


Kemudian tim BNN Provinsi Banten dan kantor Bea Cukai Kanwil Banten melakukan pengintaian hingga berhasil menangkap RAS, seorang ASN di PN Rangkasbitung, saat mengambil sabu di sebuah agen pengiriman.

Tim tersebut lantas menggeledah PN Rangkasbitung dan kemudian menangkap DA dan YR. Dari ruangan YR, tim memperoleh sabu dan alat hisap yang disimpan di laci meja kerjanya.