IFBC Banner

Laskar Merah Putih Desak Jaksa Agung Segera Tangkap dan Penjarakan Alvin Lim

Kamis, 16 Juni 2022 – 14:58 WIB

Laskar Merah Putih unjuk rasa di Kejaksaan Agung

Laskar Merah Putih unjuk rasa di Kejaksaan Agung

JAKARTA, REQnews - Laskar Merah Putih (LMP) melakukan demonstrasi di Kejaksaan Agung dan mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin segera menangkap dan menahan advokat dari LQ Indonesia Law Firm, Alvin Lim.

IFBC Banner


Ketua Umum Laskar Merah Putih Adek Erfil Manurung menyebut jika aksi tersebut dilakukan menyikapi pelimpahan berkas perkara kasus pemalsuan dokumen klaim asuransi di Allianz yang diduga dilakukan oleh Alvin Lim oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 7 Juni 2022 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami ingin mengawal kasus ini sampai dia, Alvin Lim, dituntut dan ditahan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Tangkap dan penjarakan Alvin Lim," kata Adek Manurung di Kejaksaan Agung, Rabu 15 Juni 2022.

Ia mengatakan jika pernyataan-pernyataan Alvin Lim dinilai tidak mengedepankan sopan santun sebagai warga Indonesia yang baik, sehingga pihaknya pun akan terus mengawal kasus tersebut. "Ini orang ngomong seenak perutnya. Dia berani menghina seorang Jenderal, dia bilang jenderal 'banci.' Jaksa Agung juga dia kerdilkan, dia hina," kata dia.

Menurutnya, ucapan-ucapan Alvin Lim sebagai seorang pengacara dinilai melebihi batas kewajaran. Karena telah menggiring masyarakat untuk menghina polisi dan institusi-negara lainnya. "Bukti-bukti itu bisa dilihat di YouTube," lanjutnya.

Laskar Merah Putih pun mendesak Kejagung dan institusi hukum lainnya bergerak cepat menangkap dan melakukan penahanan terhadap Alvin Lim karena persidangan akan dilakukan pekan depan. "Dia suka beralasan sakit, supaya bisa mangkir. Agar tidak ada mangkir lagi perlu dilakukan penahanan," katanya.

Adek pun berjanji akan terus mengawal kasus Alvin Lim hingga bisa dihadirkan di persidangan. "Kami tahu dimana kantor dan rumahnya. Kami akan kejar, jika dia sakit kami akan kejar, dimana rumah sakitnya," ujarnya.