IFBC Banner

Wartawan Pemenang Nobel Perdamaian: Kian Sedikit Orang Rusia Dukung Perang di Ukraina

Jumat, 17 Juni 2022 – 19:26 WIB

Foto: aa.com.tr

Foto: aa.com.tr

Moskwa, REQNews.com -- Dmitry Muratov, wartawan Rusia yang melelang medali Nobel Perdamaian untuk membantu pengungsi Ukraina, mengatakan semakin sedikit orang di negaranya yang mendukung kampanye militer Moskwa.

IFBC Banner


"Jika Anda melewati jalan-jalan di Moskwa, Anda tidak akan lagi melihat huruf 'Z' tersisa di jalanan," kata Muratov. "Saya juga mendengar apa yang dikatakan orang-orang di jalan-jalan, dan saya membaca apa yang ditulis pembaca kami."

Jadi, masih menurut Muratov, tidak mungkin mengatakan Rusia satu suara mendukung invasi ke Ukraina.

Muratov adalah pendiri dan pemimpin redaksi Novaya Gazetta, sebuah surat kabar kritis terhadap Kermlin yang didirikan tahun 1993 dengan uang hadiah Nobel Perdamaian Mikhail Gorbachev -- presiden terakhir Uni Soviet.

Selama bertahun-tahun Muratov menentang pembatasan media yang berbeda pendapat, tapi Maret 2022 lalu ia menangguhkan aktivitas online dan cetak Novaya Gazeta. Langkah ini diambil setelah Kremlin mengeluarkan UU yang mengancam pers menyimpang dari kebijakan pemerintah.

"Negara saya menginvasi Ukraina. Kini ada 15,6 juta pengungsi," kata Muratov. "Kami berpikir sekian lama tentang apa yang harus kami lakukan."

Muratov akhirnya memutuskan melelang medali Nobel Perdamaian dan seluruh hasil penjualan digunakan untuk membantu pengungsi Ukraina.

Medali Muratov dijual oleh Heritage Auctions pada 20 Juni, saat dunia memperingati Hari Pengungsi. Muratov berbagi hadiah Nobel Perdamaian dengan Maria Ressa, jurnalis Filipina yang kini mendekam di penjara.

Muratov mendedikasikan medali itu untuk enam jurnalis Novaya Gazeta yang terbunuh karena pekerjaannya. Di antara jurnalis yang tewas itu terdapat kritikus Vladimir Putin level tinggi.

Seperti kebanyakan wartawan yang menjunjung tinggi kebebasan pers, Muratov kini meratapi situasi di Rusia. Sebuah situasi seperti ketika era Uni Soviet.