IFBC Banner

Cara Biadab NII Cari Dana Teror, Berpura Jadi Pembantu hingga Rampok Majikan

Selasa, 21 Juni 2022 – 04:01 WIB

Ilustrasi terorisme

Ilustrasi terorisme

JAKARTA, REQnews - Cara Negara Islam Indonesia (NII) mencari dana untuk membiayai serangkaian kegiatan terorisme di Indonesia terbongkar tuntas.

IFBC Banner


Diungkapkan pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan, kelompok tersebut menggunakan berbagai modus, salah satunya berpura-pura menjadi pembantu atau asisten rumah tangga (ART) lalu menggasak habis barang berharga milik majikan.

Ken mengatakan, doktrin yang dipakai NII ke anggotanya adalah merampas harta orang lain, yang dibenarkan karena alasan Indonesia sebagai medan perang.

"Kita dulu menggunakan fai atau mengambil harta orang lain. Itu diperbolehkan. Karena hari ini adalah kondisi perang," kata Ken dalam jumpa pers di kegiatan BNPT, di Jakarta, Senin 20 Juni 2022.

Adapun caranya, para anggota memalsukan KTP hingga ijazah demi mendapat pekerjaan, yang kemudian didaftarkan sebagai ART di tempat-tempat elit di Jakarta. 

"Satu hari saat majikan pergi, anaknya sekolah, kita datang bawa mobil dan ambil hartanya tersebut. Itu boleh diambil," ujar Ken yang merupakan mantan anggota NII ini.

Hanya saja, modus tersebut menjadi masalah, terutama dengan kepolisian. Akhirnya, NII mencari jalan lain untuk menggali sumber pendanaan, salah satunya dengan membuka donasi masjid hingga bencana alam.

"Di kelompok NII memang melakukan penggalangan dana. Mereka membuat yayasan yatim piatu, dhuafa, cinta masjid, hingga donasi terjadi bencana," ucapnya.

Ken melihat imbas dari tindakan NII yang memanfaatkan kebaikan masyarakat ingin beramal akan mencoreng baik instansi yang sebenarnya dan resmi melakukan aktivitas sosial.

"Ini mencoreng nama orang yang asli mencari dana. Konsep ini juga digunakan JI dan tersebar di tempat makan hingga ibadah. Ini mencoreng nama pendana sosial."