IFBC Banner

Polisi Ungkap SPBU Kurangi Takaran BBM Selama 6 Tahun hingga Raup Rp7 Miliar, Begini Cara Kerjanya

Rabu, 22 Juni 2022 – 15:30 WIB

Ilustrasi SPBU (Foto:Istimewa)

Ilustrasi SPBU (Foto:Istimewa)

Polisi Bongkar SPBU Kurangi Takaran BBM Selama 6 Tahun hingga Raup Rp7 Miliar, Begini Cara Kerjanya


BANTEN, REQNews – Polisi membongkar kecurangan SPBU Gorda nomor 34-42117 di Kecamatan Kibun, Kabupaten Serang, Banten. Polda Banten mengungkap manajemen pom bensin itu mengurangi takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan remote kontrol yang dikendalikan oleh pengawas.

"Kecurangan perdagangan BBM dengan cara mengatur mesin dispenser yang sudah di modifikasi menggunakan alat remote kontrol," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga, di Mapolda Banten, Rabu, 22 Juni 2022.

Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan alat dibuat khusus oleh tim mereka sendiri. Yang mengetahui soal pengurangan takaran hanya sampai pengawas.

Jika dilihat sepintas, maka tidak akan terlihat mesin asli dispenser yang telah dipasangi alat pengatur takaran BBM.

Remote kontrol itu dipegang oleh pengawas SPBU secara bergantian, sesuai jadwal mereka bekerja. Jika terjadi pengawasan atau tera ulang, maka mesin itu akan berjalan normal.

Namun saat melayani konsumen yang membeli bensin, maka pengawas akan menekan remote kontrol dan takaran BBM akan berkurang setiap 10 liternya.

SPBU ini sudah melakukan aksinya sejak tahun 2006. Dimana, setiap pengisian 10 liter BBM, takarannya akan berkurang antara 0,5 liter hingga 1 liter, dengan keuntungan perharinya antara Rp4 juta hingga Rp5 juta.

Polda Banten memperkirakan keuntungan selama 6 tahun mencapai Rp7 miliar.

Dalam kasus ini polisi menetapkan dua orang tersangka yakni pemilik dan manajer SPBU.

"Penyidik menetapkan dua orang tersangka, yakni FT (61) sebagai pemilik dan BP (68) sebagai manajer SPBU," terangnya.

Awal mula kecurangan ini dilakukan saat Manajer SPBU, BP, menghubungi pemilik pom bensin dan mengatakan bahwa dia memiliki tenaga ahli yang bisa mengatur mesin dispenser BBM, agar takarannya berkurang.

Keinginan itu kemudian di amini oleh FT sebagai pemilik. Karena telah mendapatkan persetujuan, BP kemudian memanggil orang yang ahli mesin dan komputerisasi untuk mengubah mesin dispenser untuk dipasangi peralatan pengubah takaran BBM.