IFBC Banner

SDR Sebut Kinerja Satgas BLBI Masih Jauh dari Harapan Publik, Ini Alasannya..

Kamis, 23 Juni 2022 – 16:35 WIB

Menko Polhukam yang juga Ketua Pengarah Satgas BLBI, Mahfud MD dalam konferensi pers (Foto: YouTube/Kemenko Polhukam RI)

Menko Polhukam yang juga Ketua Pengarah Satgas BLBI, Mahfud MD dalam konferensi pers (Foto: YouTube/Kemenko Polhukam RI)

JAKARTA, REQnews - Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menilai jika klaim dari Ketua Pengarah Satgas BLBI Mahfud MD yang menyebut pihaknya berhasil mengumpulkan aset obligor senilai lebih dari Rp 22 triliun masih jauh dari harapan publik. 

Direktur Eksekutif SDR Hari Purwanto mengatakan kalau kinerja Satgas ini masih jauh dari target yang telah ditetapkan. “Setahun bekerja, total recovery yang terkumpul masih jauh di bawah target pemulihan kerugian negara senilai kurang lebih Rp 117 triliun," kata Hari dalam keterangan tertulisnya pada Kamis 23 Juni 2022.

Selain itu menurutnya, aset-aset yang berhasil disita ternyata merupakan aset-aset yang sebelumya memang telah disita oleh negara. "Jadi, lebih cocok disebut tukang pasang plang saja,” katanya.

Meski demikian, Hari mengapresiasi kinerja Satgas karena setidaknya masyarakat diingatkan kembali masih ada piutang negara yang belum tertagih di tangan sejumlah konglomerat. Ia mengatakan bahwa dalam kondisi negara sedang terbelit hutang, penagihan yang dilakukan oleh Satgas merupakan harapan suntikan darah segar untuk mengatasi defisit anggaran.

Pihaknya pun berharap agar Satgas BLBI bisa menjalankan tugas secara transparan dan profesional, dengan memberikan update berkala secara terbuka kepada publik terkait kinerja mereka.

“Masyarakat hanya disajikan sinetron penyitaan-penyitaan tanpa narasi yang memadai, ditambah lagi sejumlah penyitaan pun mengundang polemik hukum. Dengan memberikan informasi terbuka, masyarakat tentunya akan memberikan dukungan sekaligus informasi,” kata dia.

Sebelumnya Mahfud yang juga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu mengatakan selama satu tahun bekerja, Satgas BLBI telah berhasil mengumpulkan aset senilai lebih dari Rp 22 triliun.

Yaitu tercatat hingga 21 Juni 2022, melalui proses pemanggilan dan penagihan kepada obligor/debitur prioritas, Satgas BLBI telah berhasil membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara sejumlah Rp 714.408.470.778. Mahfud menyebut, dari hasil penjualan lelang barang jaminan obligor/debitur dan aset properti eks BLBI, telah diperoleh PNBP senilai Rp 36.021.330.000.