IFBC Banner

Dugaan Korupsi Impor Baja, Direktur PT Prasasti Metal Utama Diperiksa Penyidik Kejagung

Jumat, 24 Juni 2022 – 13:32 WIB

Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung (Foto: Hastina/REQnews)

Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa Direktur PT Prasasti Metal Utama berinisial AH sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi impor besi atau baja dan turunannya pada tahun 2016-2021.

Selain itu, penyidik juga memeriksa 6 saksi lainnya seperti THH selaku General Manager PT Intisumber Bajasakti yang diperiksa terkait penggunaan surat penjelasan (sujel) yang diperoleh dari tersangka BHL (Budi Hartono Linardi) untuk mengimpor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya.

"AH selaku Direktur PT Prasasti Metal Utama, diperiksa guna menerangkan tentang PT Prasasti Metal Utama dipergunakan oleh tersangka BHL untuk mengimpor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya dengan menggunakan surat penjelasan (sujel)," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Kamis 23 Juni 2022.

Kemudian ada LS selaku Direktur Utama PT Jaya Arya Kemuning Periode November hingga sekarang, WT selaku Direktur PT Duta Sari Sejahtera dan ET selaku Direktur PT Instisumber Bajasakti, yang diperiksa terkait penggunaan surat penjelasan (sujel) yang diperoleh dari Tersangka BHL untuk mengimpor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya.

Selanjutnya, AW selaku Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penindakan dan Penyidikan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI dan AC selaku Tenaga Ahli sebagai Programmer di Pusat Data dan Informasi Kementerian Perdagangan RI yang diperiksa terkait 6 tersangka korporasi.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016 s/d 2021," ujarnya.

Dalam kasus tersebut, penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan 9 tersangka mereka adalah tiga tersangka perorangan yaitu Tahan Banurea (TB) Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Taufiq (T) manajer PT Meraseti, dan pendiri PT Meraseti berinisial Budi Hartono Linardi (BHL).

Sementara itu, enam tersangka dari koorporasi adalah perusahaan importir yakni PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Inti Sumber Bajasakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama.