IFBC Banner

100 Kepsek Diperiksa Berjemaah, Kejari Tangerang Bongkar Penyalahgunaan Bosda

Selasa, 28 Juni 2022 – 07:05 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang memanggil 100 kepala sekolah (kepsek) terkait dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan operasional sekolah daerah atau Bosda.

IFBC Banner


Kasi Pidsus Kejari Tangerang Deny Marincka mengatakan, pemanggilan ini untuk mengumpulkan keterangan dan pendalaman kasus.

"Sekarang sudah ada sekira 100 kepsek yang kita mintai keterangan. Tim teknis dari dinas pendidikan juga kita mintai keterangan kembali," kata Deny dalam keterangan tertulis, Senin 27 Juni 2022.

Deny berkata, penyidik masih mendalami bukti petunjuk yang mengarah pada tindak pidana khusus dalam kasus ini.

"Mereka mengaku kalau pembelian itu dari Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (Siplah). Semua sama bilangnya beli. Kami masih mendalami apakah harga tersebut kemahalan atau tidak, karena kan ada ketentuan harga eceran tertinggi," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Awalnya, Kejari Tangerang memanggil 70 orang kepsek. Namun, jumlahnya terus bertambah dan hasil pemeriksaan hasilnya sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun 2021 Kabupaten Tangerang diduga adanya permasalahan. Yang mana dana bantuan sekolah SD dan SMP itu belum diaudit internal inspektorat inspektorat setempat.

Penganggaran dana Bosda SD di perubahan 2021 sebesar Rp6 miliar dari anggaran murni Rp231 miliar. Untuk dana Bosda SMP di APDB murni 2021 dianggarkan Rp73 miliar ditambah Rp4 miliar di anggaran perubahan.