IFBC Banner

Direktur PT Meraseti Logistik Indonesia Diperiksa dalam Dugaan Korupsi Impor Baja

Kamis, 30 Juni 2022 – 10:32 WIB

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana (Foto: Puspenkum Kejagung)

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana (Foto: Puspenkum Kejagung)

JAKARTA, REQnews - Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa Direktur PT Meraseti Logistik Indonesia berinisial YU diperiksa terkait dugaan korupsi impor besi atau baja tahun 2016-2021 pada Rabu 29 Juni 2022.

IFBC Banner


Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana pemeriksaan tersebut terkait dengan para tersangka TB, T dan BHL. Menurutnya, YU diperiksa terkait mekanisme penginputan surat penjelasan (sujel) ke dalam PIB dan menjelaskan PIB 6 perusahaan yang diproses periode 2016-2021 oleh PT Meraseti Logistik Indonesia.

"Di mana sujel diperoleh dari tersangka T dan penginputan atas perintah tersangka BHL," kata Ketut dalam keterangannya yang diterima pada Kamis 30 Juni 2022.

Selain itu, penyidik juga memeriksa YAB selaku honorer di Direktorat Impor pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, terkait mekanisme pengantaran surat penjelasan (sujel) antara tahun 2018-2020.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam impor besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016-2021," ujarnya.

Diketahui, dalam kasus tersebut, penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan 9 tersangka mereka adalah tiga tersangka perorangan yaitu Tahan Banurea (TB) Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Taufiq (T) manajer PT Meraseti, dan pendiri PT Meraseti berinisial Budi Hartono Linardi (BHL).

Sementara itu, enam tersangka dari koorporasi adalah perusahaan importir yakni PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Inti Sumber Bajasakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama.