Misteri Dugaan Hilangnya Organ Pankreas Brigadir J, Pengacara: Bisa Miliaran Rupiah Harganya!
JAKARTA, REQnews - Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Joshua Hutabarat membeberkan sedikit hasil autopsi ulang yang dilakukan di RSUD Sungai Bahar, Jambi. Kali ini mereka menyoroti soal dugaan organ pankreas Brigadir J yang hilang.
"Yang jelas, organ pankreas itu mahal karena berfungsi menghasilkan insulin. Bisa miliaran rupiah harganya," kata Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J, dikutip Selasa, 2 Agustus 2022.
Ditanya apakah ada kemungkinan organ Brigadir J tersebut dijual, Kamaruddin enggan menjawab.
"Saya tidak berani mengatakan itu. Yang jelas, organ itu mahal," sambungnya.
Sebelumnya, Kamaruddin juga sempat mempertanyakan jaringan otak Brigadir J yang berpindah dari kepala ke dalam dada jenazah. Hal itu juga diketahui setelah dilakukan autopsi ulang di RSUD Sungai Bahar.
Di samping itu, Kamaruddin juga membeberkan hasil autopsi ulang yang menunjukkan belasan luka di tubuh jenazah Joshua. Yang mengejutkan, banyak luka-luka bukan disebabkan tembakan.
Tim pengacara mendapati setidaknya sembilan luka yang bukan karena tembakan.
"Saya sebutkan luka-luka bukan dari tembakan itu," jelasnya.
Di antaranya, luka sobekan di bawah mata kanan, luka terbuka di bahu kanan, tulang rusuk sebelah kanan dan kiri yang membiru, jari kelingking dan manis luka terbuka, serta tangan kiri patah tulang.
Lalu, kaki kanan bengkok, darah merembes di dengkul kaki kiri, di kaki kanan bagian dalam terdapat sobekan di urat nadi, dan lubang di kaki kiri.
"Luka terakhir ini lubang apa? Lubang akibat peluru atau apa? Belum diketahui," tegas Kamaruddin.
Kondisi itulah yang membuat pengacara semakin yakin bahwa terjadi penganiayaan sebelum Joshua meninggal karena ditembak.
"Kalaupun ditembak, setelah tertembak di bagian belakang kepala, kenapa ditembak lagi? Kan sudah pasti meninggal dunia," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
