IFBC Banner

Sosok Pengambil CCTV di Kompleks Rumah Irjen Sambo Diperiksa, Jenderal Listyo Sebut Bisa Dipidana!

Jumat, 05 Agustus 2022 – 11:37 WIB

CCTV (Foto: Ilustrasi)

CCTV (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut jika pihaknya telah mengetahui polisi yang mengambil CCTV di pos satpam kompleks rumah Irjen Ferdy Sambo atau lingkungan tewasnya Brigadir J alias Yosua.

IFBC Banner


"Yang jelas, seperti rekan-rekan tahu ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam, dan itu juga sudah kita dalami dan kita dapatkan," kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri pada Kamis 4 Agustus 2022.

Pihaknya juga telah mengetahui bagaimana proses pengambilan CCTV tersebut dan siapa yang mengambil. "Sudah kita lakukan pemeriksaan dan saat ini tentunya kita akan melakukan proses selanjutnya," kata dia.

Listyo mengatakan jika proses tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah anggota tersebut melakukan pelanggaran kode etik atau tindak pidana, karena saat ini pemeriksaan masih berlangsung.

"Kita akan proses nanti berdasarkan hasil keputusan apakah ini masuk dalam pelanggaran kode etik maupun pelanggaran pidana," katanya.

"Namun demikian hal itu sudah kita dapatkan siapa yang melakukan, siapa yang mengambil, siapa yang menyimpan, semuanya nanti akan kita buka pada saat prosesnya tuntas," lanjutnya.

Terkait masalah tersebut, pihaknya pun akan mengambil langkah-langkah secara cepat. Bahkan Jenderal listyo menyebut jika terdapat empat anggota yang saat ini ditempatkan di tempat khusus selama 30 hari.

"Seperti yang tadi disampaikan, malam ini ada empat orang yang kita tempatkan ditempat khusus selama 30 hari dan sisanya akan kita proses sesuai dengan keputusan dari timsus apakah masuk pidana atau masuk etik," ujarnya. 

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Listyo mengatakan jika Tim Khusus (Timsus) telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 anggota polisi terkait dengan penanganan kasus baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, yang menewaskan Brigadir J.

"Jadi Timsus yang dipimpin Irwasum telah memeriksa 25 personel dan proses masih terus berjalan. Di mana 25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP (tempat kejadian perkara)," kata Listyo kepada wartawan di Mabes Polri pada Kamis 4 Agustus 2022.

Selain itu, ia mengatakan bahwa 25 orang tersebut diperiksa karena dianggap telah menghambat proses olah TKP, penanganan perkara dan penyidikan yang sedang berjalan. Sehingga dengan adanya pemeriksaan tersebut, Listyo berharap agar proses penyidikan berjalan dengan baik.

"Kita telah memeriksa tiga personel Pati (perwira tinggi) bintang satu, kombes lima personel, AKBP tiga personel, kompol dua personel, Pama (perwira pertama) tujuh personel, bintara dan tamtama lima personel," katanya. 

Ia mengatakan bahwa para anggota yang diperiksa merupakan bagian dari kesatuan Propam, Polres Jaksel, Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri. "Tentunya kita ingin semua proses bisa berjalan dengan baik," lanjutnya.

Terhadap para personel tersebut, Listyo mengatakan jika saat ini telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik sebagai anggota Polri. "Tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud," ujarnya.