IFBC Banner

Komjen Agus Ancam Anggota Polri yang Hambat Penyidikan Kasus Brigadir J Bakal Jadi Terasangka!

Jumat, 05 Agustus 2022 – 13:48 WIB

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto (Foto: Istimewa)

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan jika terdapat anggota Polri yang menghambat dan menghalangi proses penyidikan hingga menghilangkan barang bukti dalam kasus tewasnya Brigadir J bakal diproses pidana.

IFBC Banner


 

Agus menyebut jika personel yang terlibat akan diperiksa terkait siapa yang menyuruh melakukan perbuatan pidana, termasuk memberi kesempatan atau bantuan, hingga menghilangkan barang bukti dan menghambat penyidikan.

"Nantinya setelah menjalani proses pemeriksaan kode etik, rekomendasi daripada Bapak Irwasum nanti akan dijadikan dasar apakah perlu kita lakukan peningkatan status mereka menjadi bagian daripada para pelaku di dalam Pasal 55 dan 56," kata Agus dalam konferensi pers pada Kamis 4 Agustus 2022.

Karena sebelumnya Bharada E ditetapkan sebagai tersangka dan disangakan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Laporan tersebut diketahui terkait dugaan pemunuhan berencana yang dilaporkan oleh pihak keluarga Brigadir J.

Ia mengatakan jika Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapatkan surat dari penyidik untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan Laporan Polisi limpahan dari Polres Jakarta Selatan ke Polda Metro Jaya.

"Nantinya akan dilakukan evaluasi oleh Timsus secara bersama-sama untuk mengkaji apakah tahapan-tahapan proses yang mereka lakukan sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak," ujarnya.

Hal ini, kata dia, untuk melaksanakan perintah Kapolri Jenderal Listyo untuk membuat terang kasus tersebut. Sehingga siapapun yang turut serta atau menyuruh melakukan itu akan terbuka.

"Tentunya memang kendala daripada upaya pembuktian adalah adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan sehingga membutuhkan waktu untuk mengungkap tuntas kasus ini," kata Agus.

Jenderal bintang tiga itu mengungkap mengapa penyidik tak menerapkan Pasal 340 dalam penetapan Bharada E sebagai tersangka. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan proses pendalaman dari temuan-temuan selama pemeriksaan yang dilakukan oleh Timsus.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa penyidik memeriksa 25 anggota karena dianggap telah menghambat proses olah TKP, penanganan perkara dan penyidikan yang sedang berjalan. Sehingga dengan adanya pemeriksaan tersebut, Listyo berharap agar proses penyidikan berjalan dengan baik.

"Kita telah memeriksa tiga personel Pati (perwira tinggi) bintang satu, kombes lima personel, AKBP tiga personel, kompol dua personel, Pama (perwira pertama) tujuh personel, bintara dan tamtama lima personel," katanya. 

Ia mengatakan bahwa para anggota yang diperiksa merupakan bagian dari kesatuan Propam, Polres Jaksel, Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Polri. "Tentunya kita ingin semua proses bisa berjalan dengan baik," lanjutnya.

Terhadap para personel tersebut, Listyo mengatakan jika saat ini telah dilakukan pemeriksaan terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik sebagai anggota Polri. "Tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana, kita juga akan memproses pidana yang dimaksud," ujarnya