IFBC Banner

Fakta Baru dari Komnas HAM: Brigadir J Tidak Todong Senjata ke Bharada E

Jumat, 05 Agustus 2022 – 23:01 WIB

Brigadir J

Brigadir J

JAKARTA, REQnews - Komnas HAM mengungkap sebuah fakta baru di balik kematian Brigadir J alias Yosua, yang disebut baku tembak dengan Bharada E alias Richard di rumah Irjen Ferdy Sambo, Juli 2022 lalu.

IFBC Banner


Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut, tidak ada bukti sementara ini bahwa Brigadir J menodong senjata lebih dulu kepada Bharada E.

Sehingga, ada yang janggal dari kronologis awal yang dijelaskan oleh pihak kepolisian, bahwa Brigadir J yang menodong senjata sehingga terjadi baku tembak.

"Jadi keterangan bahwa selama ini ada keterangan bahwa Yosua sedang menodongkan senjata. Dalam keterangan mereka ini enggak ada peristiwa itu. Makanya banyak sekali yang tidak klop antara keterangan yang disampaikan di awal dengan yang sesudah kami telusuri," kata Taufan, Jumat 5 Agustus 2022.

Sayangnya, menurut Taufan, masalah yang paling berat adalah peristiwa ini yang menyaksikan dan terlibat hanyalah Bharada E.

"Problem krusialnya karena di TKP itu yang bisa kita dapatkan hanya keterangan Bharada E," ujar Taufan.

Adapun kehadiran Bripka R alias Ricky, tidak menyaksikan dan hanya mendengar teriakan Putri, istri dari Irjen Ferdy Sambo.

"Tolong Richard, tolong Ricky, karena ada Ricky satu lagi itu, kemudian Richard ini turun ke bawah dia ketemu dengan Yosua," kata Taufan.

Kejanggalan lainnya juga didapati dari keterangan Irjen Sambo, yang mengaku saat kejadian sedang tes PCT di luar. Taufan menyebut itu tidak sesuai.

Ia menjelaskan, keberangkatan Sambo berjalan dari rumah pribadinya di Saguling.

 

"Termasuk dulu kita baca berita ketika peristiwa terjadi Pak Sambo sedang PCR di luar kan ternyata enggak benar begitu. Pak Sambo sudah datang duluan satu hari sebelumnya. Jadi cerita ini di awal dengan kemudian berkembang atau sebelum ditelusuri itu banyak yang enggak klop," ucapnya.

"Sehingga sebagai penyelidik kami bertanya-tanya ada apa ini begitu. Tentu saja kami tidak mau menuduh sembarangan tapi kami menduga, ada yang tidak logis begitu."