IFBC Banner

IPW Ungkap Rekayasa di Balik Kematian Brigadir J

Minggu, 07 Agustus 2022 – 01:05 WIB

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso

JAKARTA, REQnews - Indonesia Police Watch (IPW) menilai rekayasa di balik kasus kematian Brigadir J terus terkuak, terutama setelah mundurnya kuasa hukum dari tersangka Bharada E.

IFBC Banner


Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, diduga kuat mundurnya Andreas Nahot Silitonga sebagai kuasa hukum, karena ada perubahan keterangan Bharada E terkait kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo.

"Melihat di permukaan berarti Bharada E telah berubah pernyataannya. Berarti ini semakin mengungkapkan kasus rekayasa ini benar adanya," kata Sugeng dalam keterangannya, Sabtu 6 Agustus 2022.

Adapun dugaan rekayasa yang dimaksud oleh Sugeng, adalah insiden pelecehan seksual terhadap Putri, istri Irjen Ferdy Sambo yang disebut memicu baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E.

"Bahwa ini rekayasa soal pelecehan itu rekayasa, soal pengancaman itu rekayasa, soal Brigadir J mengeluarkan tujuh tembakan itu rekayasa, itu semakin kuat. Dan yang ada adalah kasus pembunuhan, itu pertama," ucap Sugeng.

Lebih lanjut, IPW juga menilai bahwa penggunaan pasal penyertaan 55 dan 56 KUHP dengan 338 KUHP kepada Bharada E dalam kasus pembunuhan menyatakan adanya pelaku lain.

"Dengan Bharada E mengakui, sudah klop ini. Bharada E sekaligus saksi mahkota dia. Dia saksi mahkota untuk mengungkap siapa yang dia sebut menyuruh gitu," ujarnya.