Terima Duit Rp 70 Juta, Keterlibatan Menag dalam Jual-Beli Jabatan Mulai Diselidiki

Jumat, 09 Agustus 2019 – 18:00 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

JAKARTA, REQnews - Setelah diduga menerima uang Rp 70 juta dalam kasus jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag, keterlibatan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mulai diselidiki KPK.

Sebelumnya, nama Lukman disebut oleh hakim dalam pembacaan amar putusan eks Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

"Kalau dilihat dari putusannya hampir semua yang diargumentasikan oleh jaksa seluruhnya terbukti. Kami sejak awal juga menyadari masih ada pihak lain yang ikut terlibat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat 9 Agustus 2019.

Febri berkata, Jaksa KPK akan segera menganalisis dan memberikan laporan kepada pimpinan, untuk memberikan pertimbangan apakah akan mengajukan banding atau tidak.

"Kami akan cermati kasus ini lebih lanjut," ujar Febri.

Haris Hasanudin divonis dua tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider bulan bulan kurungan. Majelis hakim tidak mengabulkan permohonan justice collaboratore (JC) yang diajukan oleh Haris.

Dalam pembacaan amar putusan, nama Menag Lukman disebut menerima uang Rp 70 juta dalam dua kali pertemuan. Pertama pada 1 Maret 2019 di Hotel Mercure Surabaya, Haris memberikan uang sejumlah Rp 50 juta. Dalam pertemuan tersebut, disebutkan kalau Lukman akan menjamin pengangkatan Haris.

Haris kemudian diangkat menjadi Kakanwil Kemenag Jatim pada 4 Maret 2019 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : B.II/04118 dan dilantik pada tanggal 5 Maret 2019. Lalu 9 Maret 2019 bertempat di Tebuireng Jombang, Haris kembali memberikan uang sejumlah Rp 20 juta untuk Lukman melalui Herry Purwanto.