Dikriminalisasi, Chuck Melawan di Praperadilan

Senin, 10 Desember 2018 – 16:09 WIB

Chuck Suryosumpeno/dok: Haikal/REQnews

Chuck Suryosumpeno/dok: Haikal/REQnews

JAKARTA, REQnews - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang perdana praperadilan yang diajukan mantan jaksa Chuck Suryosumpeno, Senin (10/11). Sidang yang digelar di ruangan Purwoto Gandasubrata dilaksanakan tepat pukul 10.00 pagi dengan agenda Pembacaan Permohonan Praperadilan.

Dalam pemeriksaan kelengkapan para kuasa hukum, hakim tunggal Dedy Hermawan S.H., M.H., yang memimpin sidang, meminta pihak Termohon yakni Presiden RI Cq Jaksa Agung Indonesia Cq Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang kemudian dikuasakan pada sejumlah jaksa dari Kejaksaan Agung untuk melengkapi data identitas yang belum lengkap. Hakim Dedy jumeminta kepada pihak Termohon untuk membawa kelengkapannya pada sidang Selasa (11/12) besok.

Kuasa hukum dari Chuck Suryosumpeno, Haris Azhar mengungkapkan berharapannya agar hakim yang mengadili sidang gugatan praperadilan ini senantiasa bersikap adil. "Semoga Hakim dapat menegakkan kebenaran dan bersikap adil," kata Haris di Jakarta, Senin (10/11).

Adapun permohonan yang diajukan pihak Chuck Suryosumpeno yang diwakilkan kepada kuasa hukumnya Haris Azhar, S.H., M.A., Sandra Nangoy, S.H., M.H., dan Bonifasius Falakhi, S.H., meminta agar Surat Perintah Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia adalah tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Selain itu, untuk menyatakan seluruh perintah, keputusan dan penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh Termohon yang didasarkan atas Surat Perintah Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik dan Surat Penetapan Tersangka tanggal 23 Oktober 2018 adalah tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, sehingga penetapan penangkapan dan penahanan juga tidak sah, dan Pemohon segera dikeluarkan dari tahanan.

Hakim meminta agar persidangan perkara ini bisa berjalan sesuai jadwal, hari ini sampai Selasa pekan depan (18/11/). “Saya harap sidang ini bisa berjalan sesuai jadwal dan tepat waktu, dimulai hari ini sampai Selasa pekan depan, yakni pembacaan putusan,” ujar Dedy Hermawan.

Sidang selanjutnya dilaksanakan Selasa (11/11) dengan agenda jawaban dari Termohon dan penyerahan bukti surat-surat, baik dari pihak Termohon maupun Pemohon. Di hari Rabu (12/11) agenda sidang yakni mendengarkan saksi dari dari pihak Pemohon dan dilanjutkan Kamis (13/11) mendengarkan saksi dari pihak Termohon dan dilanjutkan Senin pecan depan (17/11) dengan agenda kesimpulan dan Selasa (18/11) Putusan.

Meski memiliki bukti yang cukup, Haris menyadari bahwa melawan kekuasaan tidaklah mudah. Tetapi, lanjut Haris, kebenaran harus tetap ditegakkan.