Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Cara Mahasiswa Undip Cegah Pernikahan Dini di Desa Padang

Selasa, 13 Agustus 2019 – 22:30 WIB

KKN Mahasiswa UNDIP (Foto: Istimewa)

KKN Mahasiswa UNDIP (Foto: Istimewa)

GROBOGAN, REQnews – Mahasiswa tim II KKN Universitas Diponegoro punya cara tersendiri untuk mengurangi angka pernikahan dini yang masih marak terjadi di Desa Padang, Tanggungharjo, Grobogan. Salah satunya menyelenggarakan program “Dewasa Dulu, Menikah Nanti” kepada remaja setempat.

Sebab, selama ini masyarakat desa Padang menganggap pernikahan anak merupakan hal yang lumrah terjadi. Mulai dari alasan tradisi, kesulitan ekonomi, ataupun pergaulan bebas.

Dari hasil survey didapatkan bahwa 75 persen pernikahan anak disebabkan oleh Marriage by Accident (MBA). Dengan 25 persen sisanya merupakan penyebab dari kesulitan ekonomi dan ketidak mampuan orang tua anak untuk melanjutkan biaya pendidikan.

Data tersebut membuktikan bahwa yang dibutuhkan remaja di desa Padang adalah sex education, pendidikan kesehatan, dan pentingnya pendidikan.

Masyarakat masih kurang paham akan bahaya dari pernikahan dini dari sudut pandang ekonomi, kesehatan, maupun hukum. "Program ini bertujuan untuk merubah mindset masyarakat akan stigma yang berkembang di masyarakat. Maka kami rasa penting untuk menyelenggarakan kegiatan ini”, ujar Paskalis Glennardo selaku ketua program, Senin 12 Agustus 2018.

Sementara, Adnan, selaku salah satu masyarakat yang peduli dengan isu anak bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan.

Kata dia, sebelumnya pernah diadakan juga survey mengenai pernikahan anak pada tahun 2012, tapi pendekatan yang kurang tepat menyebabkan hingga tahun 2019 pernikahan anak justru meningkat.

Kondisi ini menyebabkan perlunya program yang bersifat berkelanjutan untuk mencegah meningkatnya angka pernikahan anak di desa Padang," ujar Adnan. (Tia)