Gondol Uang Rp 5,7 Miliar, Penipu Calon PNS Ditangkap

Kamis, 15 Agustus 2019 – 18:00 WIB

ilustrasi PNS

ilustrasi PNS

JAKARTA, REQnews – Pihak Kepolisian Polda Metro Jaya lewat Subdit I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) menangkap pelaku kasus penipuan rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pelaku yang berinisial HB alias Bima di rumah kontrakannya di Jalan Lebak Para, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin 29 Juli 2019 lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa pengungkapan kasus itu bermula dari adanya empat laporan yang masuk ke pihak kepolisian. Pihaknya pun segera membentuk tim untuk menyelidiki keberadaan pelaku.

"Penyelidikan ini berdasarkan empat laporan polisi dari tahun 2015, 2016, dan 2018," kata Argo di Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

Diakuinya, pelaku HB cukup lihai menjalankan aksinya. Ia tercatat telah melancarkan aksi sejak 2010 lalu hingga 2019 ini.

Dalam menjalankan aksinya, HB menggunakan modus penipuan dengan cara berpura-pura menjadi PNS di Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Selain itu, pelaku juga memiliki kartu pengenal palsu dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). "Pelaku ini juga selalu berpakaian parlente, bajunya menggunakan jas safari yang bagus jadi orang percaya dia dari kementerian," ujar Argo.

Pelaku juga mengumpulkan informasi mengenai data-data para pegawai honorer yang disediakan BKN atau BKD. Data tersebut, lanjut dia, pelaku menghubungi korban untuk menawarkan jasanya dalam membantu para pegawai honorer untuk lolos menjadi PNS.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku juga mengajak korbannya untuk bertemu di Lantai 3 Gedung E Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta yang merupakan ruangan untuk publik.

Alasannya, untuk menandatangani surat sebagai pegawai honorer dan memberikan Surat Keterangan (SK) palsu pengangkatan sebagai PNS. Namun, pelaku tidak akan langsung menyerahkan SK itu kepada korban dengan alasan belum mendapatkan stempel.

HB, kata Argo, pun menyiapkan SK pengangkatan serta dokumen lainnya untuk menipu korban. Sebelum bertemu korban, pelaku meminta bayaran sejumlah uang.

Jumlahnya pun bervariasi, mulai dari 50 juta rupiah hingga 100 juta rupiah. Total uang yang digasak pelaku dari sekitar 99 korban mencapai 5,7 miliar rupiah.

Atas perbuatannya, HB alias Bima dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dan atau penggelapan. Ia terancam dihukum maksimal empat tahun kurungan penjara karena penipuan pegawai honorer itu. (Binsasi)