Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Penuhi Panggilan Kejagung Kasus Korupsi Dana Hibah 

Rabu, 14 Agustus 2019 – 15:00 WIB

Eks Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (Foto:Istimewa)

Eks Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Eks Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memenuhi panggilan Kejaksaan Agung. Alex diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi dana hibah dan bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan Tahun Anggaran 2013, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Alex tiba di Kejaksaan Agung, sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Alex enggan berkomentar dan langsung masuk ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung.
 
Alex Noerdin diduga kerap menggelontorkan dana setiap melakukan kunjungan daerah mencapai miliaran rupiah. Adapun bukti lainnya yakni pembelian sejumlah sepeda motor hingga Rp26 miliar.

Kasus dugaan korupsi itu berawal pada tahun anggaran 2013 pemerintah provinsi menganggarkan dana hibah di dalam penetapan awal APBD hanya Rp 1,4 triliun bertambah menjadi Rp 2,1 triliun.

Dari jumlah tersebut, yang terealisasi sebesar Rp2 triliun disalurkan untuk 2.461 penerima yang terdiri atas lembaga swasta/instansi vertikal, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi wartawan, dan kelompok masyarakat melalui aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Penganggaran dan penyaluran dana hibah itu dilakukan dengan tidak memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 juncto Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD. Akibatnya, keuangan negara merugi senilai Rp21 miliar.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan dua tersangka yakni Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumatra Selatan Laonma PL Tobing dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Selatan Ikhwanuddin. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah pemeriksaan para anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan.