Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Dirut Angkasa Pura II Diperiksa KPK

Rabu, 14 Agustus 2019 – 16:30 WIB

 Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Reqnews)

Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Reqnews)

JAKARTA, REQNews - Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Awaluddin akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propetindo yang dilaksanakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI).
 
“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AYA (Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Selain Awaluddin, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pegawai dan pejabat PT Angkasa Pura II lainnya. Mereka ialah Asistance Vice President of Procurement and Logistic, Munalim; serta empat Operation Service Procurement Senior Officer, yakni Rudi Syamsudin, Irja Fuadi, Ponny Suyaningsih dan Rusmalia. 

"Kelimanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama," kata Febri.
 
Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan Andra dan staf PT INTI, Taswin Nur sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek Baggage Handling System (BHS). Andra selaku penerima suap dan Taswin pemberi suap.
 
Andra selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Taswin sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.