KPK Jadwalkan Pemeriksaan Sekda Kepri

Senin, 19 Agustus 2019 – 15:30 WIB

Gedung KPK (Foto: Istimewa)

Gedung KPK (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Arif Fadilah dijadwalkan pemeriksaan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi di Kepri.
 
“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NBU (Gubernur nonaktif Kepri Nurdin Basirun),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin, 19 Agustus 2019.
  
KPK menetapkan Nurdin sebagai tersangka penerima suap bersama dua pihak lain, Edy Sofyan dan Budi Hartono. Sedangkan Abu Bakar ditetapkan sebagai pemberi suap.
 
Keempatnya diduga terlibat praktik rasuah terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018-2019. Nurdin cs diduga menerima suap bertahap.
 
Nurdin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Sedangkan Edy dan Budi disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Abu Bakar dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Penyidik juga memanggil delapan saksi lain. Mereka ialah Plt Kepala Dinas ESDM Pemprov Kepri, Hendri Kurniadi; Kepala Dinas PU, Abu Bakar; pegawai honorer pada Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri, Muhammad Shalihin; dan Kepala Biro Umum Kepri, Martin Luther Maromon. 


Selain Sekda Kepri, KPK juga akan memanggil, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2017-2018, Yerri; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kepri, Zulhendri; mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kepri, Guntur Sati; dan Kepala Dinas dan Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Pemprov Kepri, Ahmad Nizar.

“Keterangan para saksi dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka NBU,” tutur Febri.