AS-Rusia Memanas, Putin Berencana Balas Uji Coba Rudal Trump

Kamis, 22 Agustus 2019 – 20:30 WIB

Donald Trump dan Vladimir Putin

Donald Trump dan Vladimir Putin

JAKARTA, REQnews - Hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia belakangan ini memanas, setelah Washington melakukan uji coba rudal jelajah darat akhir pekan lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin berkata, uji coba rudal itu membuat ancaman terhadap negaranya meningkat. Ia pun berencana melakukan aksi balasan atas perbuatan militer AS tersebut.

Menurut Putin, AS sepertinya sudah menyiapkan sistem rudal tersebut sebelum resmi mengundurkan diri dari perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF) pada 2 Agustus 2019 lalu. Ia berkata, AS menguji rudal ini terlalu cepat setelah menarik diri dari perjanjian.

"Ini jadi alasan kuat kami, mereka mulai bekerja dengan rudal dan mencari alasan untuk keluar dari kesepakatan," ujar Putin, Rabu 21 Agustus 2019, seperti dikutip dari The Guardian.

Putin mengatakan, negaranya akan bekerja untuk merancang rudal seperti yang diuji AS. Hanya saja, ia menyebut negaranya tak akan melakukan tindakan serupa seperti yang dilakukan AS, karena dilarang dalam perjanjian INF.

Selain Putin, Cina juga telah mengkritik uji coba rudal jelajah darat yang dilakukan AS. Beijing menilai hal itu akan memiliki dampak negatif serius bagi situasi keamanan internasional dan regional.

Pada Minggu pekan lalu, AS melakukan uji coba rudal jelajah Tomahawk berkemampuan nuklir di Pulau San Nicolas, California. Menurut Pentagon, rudal berhasil menjangkau dan mengenai target setelah menempuh jarak lebih dari 500 kilometer.

Uji coba itu dilakukan setelah AS resmi keluar dari perjanjian INF. INF merupakan perjanjian yang ditandatangani Rusia dan AS pada 1987. Perjanjian itu melarang kedua negara untuk memproduksi serta memiliki rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer.