Gubernur Usul Legalkan Penggunaan Ganja untuk Medis

Jumat, 22 Februari 2019 – 19:00 WIB

Tanaman ganja (FOTO: www.economist.com)

Tanaman ganja (FOTO: www.economist.com)

JAKARTA, REQNews - Gubernur Wisconsin Tony Evers mengajukan usulan merombak undang-undang negara bagian tentang ganja. Ganja akan dijadikan obat yang digunakan dalam dunia medis secara legal. Evers juga mengusulkan kepemilikan secara legal dan menyelaraskan undang-undang negara bagian tentang minyak CBD dengan standar federal. Hal ini dikemukakan Ever pada Senin (18/2/2019), sebagaimana diberitakan NBC News, Kamis (21/2/2019).

Dalam sesi konferensi persnya, Evers mengindikasikan, inilah saatnya Wisconsin bergabung dengan lebih dari dua lusin negara bagian yang telah melegalkan ganja dalam bidang medis dan memastikan warga memiliki akses ke minyak CBD.

Sebagai penyintas kanker, Ever mengetahui efek samping dari penyakit semacam kanker yang dapat membuat tugas kesehariannya sangat menantang. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, “Orang tidak boleh diperlakukan sebagai penjahat karena mengakses obat yang sangat dibutuhkan yang dapat mengurangi penderitaan mereka.”

Namun di sisi lain, ia juga menjelaskan, usulan ini tidak sepenuhnya untuk menanggapi masalah perawatan kesehatan. Evers menyadari pula ada ketidakadilan dalam penangkapan terhadap kaum minoritas di Amerika Serikat terkait kejahatan yang berhubungan dengan narkoba.

"Wisconsin memiliki tingkat penahanan tertinggi di negara ini untuk pria kulit hitam, dan kejahatan terkait narkoba menyumbang sebanyak 75-85 persen dari semua tahanan di penjara kami," ucap Evers dalam siaran pers.

Ia menambahkan, "Terlalu banyak orang, seringkali orang kulit berwarna, menghabiskan waktu di sistem peradilan pidana kami hanya karena memiliki sejumlah kecil ganja. Itu tidak membuat komunitas kami lebih kuat atau lebih aman."

Ever memberi batasan jumlah dalam usulannya. Bagi siapa pun yang memiliki ganja, memproduksi ganja dan mendistribusikan ganja kurang dari 25 gram tidak akan dikriminalikan. Selain itu, proposal ini akan menghapus catatan individu yang telah dihukum karena pelanggaran hukum di bawah jumlah tersebut. Dengan catatan, ia telah menjalani masa hukuman atau masa percobaan.

Minyak Cannabidiol

Mengenai minyak cannabiol atau CBD, Ever mengatakan, ingin menyelaraskan undang-undang negara bagian dengan CBD dengan standar federal. Saat ini undang-undang negara bagian mewajibkan dokter memberi sertifikasi tahunan bagi keluarga yang membutuhkan minyak CBD. Dengan demikian keluarga tersebut dapat memiliki akses untuk mendapatkannya. 

Minyak CBD merupakan salah satu produk turunan dari tanaman ganja. Minyak ini diyakini dapat membantu mengurangi kecemasan dan mengatasi nyeri.

Sejauh ini, di Amerika Serikat, baru 14 dari 33 negara bagian yang telah melegalkan penggunaan ganja secara medis. 

Presiden Donald Trump telah membuka jalan untuk minyak trendi setelah ia tandatangani RUU pertanian pada Desember lalu. Undang-undang ini menghapus industri ganja dari daftar zat yang dkendalikan pemerintah federal. Artinya, undang-undang ini merupakan langkah utama dalam mendorong minyak CBD ini digunakan secara umum. 

Meski demikian, masih ada beberapa negara bagian yang justru bersikap kontra. Departemen kesehatan kota New York mengumumkan rencana memulai denda perusahaan yang terus menawarkan makanan atau minuman yang mengandung cannabidiol. (Prazz)