Polisi Telusuri Aduan Kades Hamili Perempuan Blitar

Rabu, 11 September 2019 – 17:30 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

PASURUAN, REQNews – Polisi menindaklanjuti pengaduan seorang perempuan asal Blitar, KA (18) menuduh kepala desa (kades) di Pasuruan menghamilinya namun sang kades tak tanggungjawab.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan Ipda Sunarti mengatakan bahwa, semua warga berhak mengadu dan meminta perlindungan pada polisi. Tapi polisi juga berwenang untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak.

"Polisi akan memanggil teradu dan diklarifikasi, untuk mengetahui ada tidaknya unsur pidana,"  kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasuruan Ipda Sunarti, Rabu, 11 September 2019.

Sunarti, mengungkapkan ada tahapan-tahapan yang harus dilewati. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan koordinasi dan minta klarifikasi dari pihak BS (teradu). 

"Nanti setelah kami dengar keterangan dari BS, kami akan simpulkan apakah ini bisa dilanjutkan atau tidak,” tandasnya.

KA mendatangi Polres Pasuruan untuk mengadukan BS, seorang kades di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/9/2019). Pekerja salon ini mengaku hamil sekitar 1 bulan.

Perkenalan KS dan BS bermula dari pesan WhatsApp yang berlanjut dengan kopi darat. Hingga akhirnya keduanya melakukan hubungan badan.

Sementara sang Kades BS membantah menjanjikan nikah siri. Ia juga mengaku tak pernah menjanjikan perhiasan. BS menyebut, ia memboking KA Rp 500 ribu namun memberinya uang Rp 750.000.