Kompol Tuti Maryati Terdakwa Pungli Polda NTB Dituntut Tiga Tahun Penjara

Kamis, 12 September 2019 – 18:30 WIB

ilustrasi (Foto:Istimewa)

ilustrasi (Foto:Istimewa)

MATARAM, REQNews - Kompol Tuti Maryati, terdakwa pungutan liar (pungli) Ruang Tahanan (Rutan) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, dituntut tiga tahun penjara.

Selain tuntutan pidana tiga tahun penjara, JPU membebankan terdakwa Kompol Tuti dengan pidana denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan.

Tuntutan ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum dari Kejati NTB yang diwakilkan Hasan Basri di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, Kamis

Tuntutan itu diberikan kepada terdakwa Kompol Tuti karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. "Terdakwa melakukan tindak pidana korupsi pemerasan dalam jabatannya sebagai Kasubdit Pengamanan Tahanan dan Barang Bukti (Pamtahti) Polda NTB," ujar Jaksa, Kamis, 12 September 2019.

Karenanya, JPU menyatakan terdakwa Kompol Tuti bersalah melanggar Pasal 12 Huruf e Juncto Pasal 12A Ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP, sesuai yang disebutkan dalam dakwaan primairnya.

Ancaman hukuman dalam pasal tersebut sedikitnya empat tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. Sedangkan untuk denda, pelanggar hukum terancam membayar sedikitnya Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.