Tokoh ULMWP Buchtar Tabuni Dijerat Pasal Penghasutan

Kamis, 12 September 2019 – 20:00 WIB

Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni (Foto:Istimewa)

Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni (Foto:Istimewa)

JAYAPURA, REQNews – Penyidik Direktorat Reskrim Umum Polda Papua telah menetapkan Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni sebagai tersangka dalam kerusuhan di Papua, 29 Agustus lalu.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menegaskan, penetapan tersangka sebagaimana hasil pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang dimiliki Polda Papua. Tersangka telah dijerat dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dalam kerusuhan di Papua. 

“Sudah ditetapkan tersangka. Pasal 160 KUHP,” tegas Kamal, Kamis, 12 September 2019.

Polda Papua akan mendalami peran dari tersangka. “Nanti akan kita bongkar,” tuturnya disinggung peran Buchtar Tabuni.

Polda Papua telah memburu beberapa terduga pelaku yang disinyalir terlibat dalam kerusuhan di Jayapura maupun daerah lainnya.Nama-nama terduga pelaku ini mencuat ke permukaan dari hasil keterangan tersangka maupun saksi.

“Sebelumnya kami sudah memeriksa tersangka dan saksi-saksi, ada beberapa nama orang yang diduga terlibat. Mereka ini masih kami buru,” katanya.

Soal peran Steven Itlay, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika dalam kerusuhan di Papua?, Kamal mengaku masih melakukan pendalaman. “Masih diperiksa,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim Polda Papua menangkap Wakil kKetua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni di kawasan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (9/9).

Dua hari kemudian, giliran Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika Steven Itlay ditangkap Tim Gabungan Satgas Nemangkawi depan Gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Rabu (11/9) petang.