Kuras Harta, Google Terpaksa Bayar Sanksi 1 Miliar Euro ke Prancis

Jumat, 13 September 2019 – 20:00 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Google terpaksa menguras hartanya sebesar 1 miliar euro untuk membayar denda dan pajak yang dijatuhkan oleh otoritas Prancis.

Sebelumnya, kasus penjatuhan denda kepada Google ini bermula ketika perusahaan raksasa teknologi itu terlibat dalam skandal penipuan fiskal pada tahun 2015 lalu. Otoritas Prancis menjatuhkan sanksi berat ke Google juga sebagai peringatan hukum kepada perusahaan teknologi besar lainnya.

Mengutip Reuters, Kamis 12 September 2019, dari total denda tersebut, 500 juta euro sebagian untuk membayar sanksi atau denda. Sementara sisanya untuk pajak tambahan yang ikut dijatuhkan oleh Prancis.

Selama ini, penyelidik Prancis selalu berusaha menentukan apakah Google benar tidak menaati kewajiban pembayaran pajak. Google, bagian dari Alphabet Inc (GOOGL.O) diketahui membayar pajak lebih sedikit dari yang seharusnya di sejumlah negara Eropa.

Apalagi, Google sudah memindahkan pendapatannya ke kantor pusat Eropa yang berada di Dublin, Irlandia. Hal ini sengaja dilakukan, mengingat rendahnya pajak yang dijatuhkan negara tersebut, yakni hanya 13 persen, dibanding AS yang menyentuh angka 35 persen. 

Melalui pembayaran denda dan pajak tambahan sebesar 1 miliar euro, pihak Google menyebutkan bahwa perselisihan yang terjadi di Prancis sudah selesai. 

Menteri Anggaran Prancis Geral Darmanin dalam pernyataan resminya menyebut perselisihan antara pihaknya dan Google saat ini sudah sepenuhnya selesai. Prancis menargetkan pengejaran pajak ke beberapa perusahaan lain, baik yang besar maupun kecil.

Pemerintah Prancis akhirnya memberlakukan pajak unilateral sendiri. Keputusan ini membuat Presiden AS Donald Trump emosi, mengingat kebanyakan perusahaan teknologi multinasional yang menjadi target adalah berasal dari AS. Trump berencana membalas tindakan Prancis dengan mengenakan bea impor terhadap anggur Prancis.