Setelah Mahasiswa, Giliran Tukang Gigi Bakal Demo Menolak RKUHP

Rabu, 25 September 2019 – 20:30 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Setelah mahasiswa secara besar-besaran melakukan unjuk rasa di berbagai daerah kemarin, selanjutnya giliran ribuan tukang gigi yang bakal turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap RKUHP.

Mereka yang tergabung dalam Serikat Tukang Gigi Indonesia (STGI) berencana melakukan demonstrasi ke Gedung Sate Bandung, besok Kamis 26 September 2019.

"Kami menolak Pasal 276 RUU KUHP. Padahal jelas bahwa Putusan MK Nomor 40/PUU-X Tahun 2012 menyatakan tukang gigi tidak melanggar undang-undang," kata Ketua STGI Jabar, Moch Jupri dalam jumpa pers di Bandung, Rabu 25 September.

Menurutnya, STGI merasa dibohongi oleh DPR RI karena sebanyak 6.500 tukang gigi se-Jawa Barat tidak pernah dilibatkan dalam revisi UU KUHP tersebut.  Bahkan mereka berencana mengusut tuntas siapa oknum pembuat regulasi yang tidak melibatkan mereka itu.

Ribuan tukang gigi Jabar tersebut, kata dia, besok akan berkumpul di Stadion Sidolig. Kemudian mereka melakukan long march ke Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, di Jalan Diponegoro Nomor 22 Kota Bandung.

Jupri menjelaskan Pasal 276 ayat 2 RUU KUHP berbunyi "Setiap orang yang menjalankan pekerjaan menyerupai dokter atau dokter gigi sebagai mata pencaharian baik khusus maupun sambilan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V (Rp 500 juta."

"Sehingga kami menolak pasal ini karena kami merasa dizalimi. Tahun 2012 ada Peraturan Kementerian Kesehatan tentang pencabutan izin praktik tukang gigi. Tapi putusan MK tetap memperbolehkan tukang gigi untuk melakukan praktik. Nah sekarang malah muncul lagi larangan kepada kami di Revisi UU KUHP dan sekarang kami bisa penjara lima tahun dan bayar denda Rp 500 juta," kata Jupri.