Kantor Presiden Dibom, Tiga Tewas dan 7 Luka-luka

Rabu, 25 September 2019 – 21:00 WIB

Presiden Joko Widodo dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

Presiden Joko Widodo dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

JAKARTA, REQnews - Kantor Presiden Afganistan pada Selasa 24 September 2019 kemarin malam diserang sebuah bom. Parahnya, alat peledak bahkan dipasang di pintu masuk ruangan Presiden Ashraf Ghani.

Beruntungnya, sang presiden tidak sedang berada di tempat saat bom itu meledak. Hanya saja, akibat serangan tersebut, tiga orang dipastikan tewas, salah satunya adalah anak-anak, sementara tujuh lainnya dilaporkan luka berat.

Mengutip Sputnik, ledakan bom ini kemungkinan besar ada kaitannya dengan penyelenggaraan pemilu pada 28 September 2019 mendatang. Ghani adalah calon petahana yang kemungkinan besar, menurut banyak pihak, akan memenangkan kembali pemilu kali ini.

Belum ada pihak yang bertanggungjawab atas serangan tersebut. Namun, selama ini diketahui bahwa kelompok teroris Taliban telah menolak keras penyelenggaraan pemilu, setelah mereka menolak seruan perdamaian atas konflik yang sudah berkecamuk selama 18 tahun.

Taliban menyatakan mereka tidak akan pernah melakukan pembicaraan dengan pemerintah, karena menganggap Presiden Ghani adalah boneka. Di satu sisi, Taliban justru membuka pintu negosiasi dengan AS yang selama ini dianggap menjadi bos dari pemerintah Afghanistan.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih menyegel sejumlah ruangan di Kantor Presiden Afghanistan dan berjaga-jaga sebagai antisipasi serangan lanjutan.