IFBC Banner

Sekjen PBB Tebar Ketakutan, Sebut Dunia akan Terpecah Dua Kubu

Rabu, 25 September 2019 – 22:00 WIB

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres

JAKARTA, REQnews - 

Di hadapan sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, Selasa 24 September 2019 kemarin pagi, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menebar ketakutan dengan menyebut bahwa saat ini dunia terancam pecah menjadi dua kubu besar.

Ia berpendapat demikian karena melihat situasi perang antara AS dan Cina yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda mereda. Menurutnya, perpecahan ini akan merambah semua sektor, terutama mata uang, sistem perbankan, internet, hingga geopolitik dan militer.

"Risiko ini mungkin belum besar terlihat nyata. Kita harus berbuat sesuatu untuk menghindari perpecahan besar-besaran," kata Guterres di hadapan para perwakilan negara-negara dunia.

Menghadapi ancaman tersebut, Guterres mengajak semua pemimpin dunia untuk tetap mempertahankan ekonomin universal di tengah dunia yang multipolar, terancam perubahan iklim ekstrem, dan kekhawatiran konflik di kawasaan Teluk serta maraknya terorisme dan diskriminasi.

Guterres meyakinkan semua peserta yang hadir, bahwa PBB sejatinya dibentuk untuk mendorong dunia yang multilateral. Namun, kini dunia menghadapi tantangan, yaitu meningkatnya unilateralisme yang dipelopori negara-negara yang ingin bertindak sendirian.

Sidang kali ini dibayangi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi kehidupan dunia global. Termasuk konflik panas adalah perseteruan antara Iran dan Arab Saudi. Saudi dengan didukung AS, Inggris, Jerman, dan Prancis menuding Iran sebagai dalang serangan dua fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco pada 14 September. Tudingan ini berulang kali ditolak Iran.