Kejagung Serahkan Memori Kasasi Terdakwa Kasus Pembobolan Fasilitas Kredit Bank Mandiri

Jumat, 01 Maret 2019 – 14:00 WIB

(foto:istimewa)

(foto:istimewa)

JAKARTA, REQNews - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyerahkan memori kasasi tujuh terdakwa kasus pembobolan fasilitas kredit Bank Mandiri (Persero) Commercial Center Bandung I oleh PT Tirta Amarta Bottling Company (TABC) senilai Rp 1,8 triliun. 

Tujuh terdakwa itu divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung. Majelis Hakim menilai terdakwa dalam kasus tersebut tidak terbukti melakukan tindakan melawan hukum. Hakim menilai proses pengajuan kredit Bank Mandiri cabang Bandung dengan Dirut PT TAB berjalan sesuai prosedur. 

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Adi Toegarisman menjelaskan ada empat hal dalam memori kasasi yang telah diserahkan tim jaksa penuntut umum (JPU) pekan lalu. 

Pertama tentang pandangan atau pertimbangan hakim soal kerugian keuangan negara. 

“Dalam persidangan kami sudah ajukan dari BPK, berarti itu bukti surat dan kami hadirkan di sidang, tapi hakim menyatakan itu bukan kerugian negara tapi itu menghitung jumlah tagihan, padahal BPK menghitung atas permintaan kami, berapa kerugian negara,” kata Jampidsus di Badiklat Kejagung RI, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019). 

Kedua, soal pertimbangan hakim bahwa jaminan dari terdakwa selaku nasabah dari bank masih memadai. Padahal setelah tim jaksa mengkrocek di lapangan hasilnya nihil. “Jaminan utangnya, kami turun kelapangan ternyata itu bukan piutang, pernyataan piutang itu palsu. 

Ketiga, dalam memori kasasi juga dimasukan soal tidak sesuainya pembayaran angsuran pinjaman yakni perbulan hanya Rp 7 juta, padahal pinjamannya Rp 1 triliun lebih. “Ketiga bahwa sebetulnya dia masih proses membayar masih mengasur, tapi itu hanya bayar 3 bulan, hanya Rp 7 juta, dari sekian triliun 

Keempat, sebetulnya ada pihak ketiga yang mau mengambil alih, karena ada swasta yang sanggup itu. Dari data yang ada, ada pihak ketiga yang mau ambil itu jauh sebelum kita masuk dalam menyidik perkara ini,” tutupnya. (nls)