Ini Jasa Besar PM Ethiopia Ahmed Ali Hingga Diganjar Nobel Perdamaian

Sabtu, 12 Oktober 2019 – 20:30 WIB

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali

JAKARTA, REQnews - Abiy Ahmed Ali baru saja mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian yang diberikan pada Jumat 11 Oktober 2019 di Oslo, Norwegia. Ahmed yang merupakan Perdana Menteri Ethiopia itu rupanya punya saja yang besar dalam urusan perdamaian di negaranya.

Pemimpin berusia 43 tahun itu telah membawa kedamaian setelah mengakhiri permusuhan dengan Eritrea yang telah berlangsung dua dekade lamanya. Permusuhan itu sebelumnya telah berkali-kali membawa Ethiopia berada di jurang kehancuran dan kemiskinan parah.

Setelah menerima Nobel Perdamaian, Ahmed berjanji, ia akan menjadikan negaranya sebagai tempat bagi warga miskin untuk hidup damai, dan mengakhiri semua konflik di perbatasan yang telah berlangsung sejak 1998 lalu.

“Ini adalah hadiah yang diberikan kepada Afrika, kepada Ethiopia,” ujar Ahmed dalam sebuah pernyataan setelah menerima Nobel Perdamaian. 

Dalam pandangan Komite Nobel, Ahmed telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin negara yang selalu mencari cara perdamaian, dibanding dengan jalan konfrontasi.

“Saya katakan, harapan untuk Afrika masih ada. Ahmed adalah salah satu alasan utama, dengan visinya dalam membantu Ethiopia dan Eritrea mencapai pemulihan hubungan bersejarah,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Saat ini, tantangan terbesar Ahmed adalah untuk masalah internal di Ethiopia. Terdapat kemungkinan bahwa kekerasan jangka panjang masih dapat terus terjadi, hingga masalah tiga juta orang di negara itu yang terlantar. 

Ahmed secara resmi menjabat pada April 2018, pasca-pengunduran diri Hailemariam Desalegn setelah tiga tahun terjadi protes anti-pemerintah yang keras di Ethiopia.