Kapolda Papua Larang Warga Mempersenjatai Diri

Minggu, 13 Oktober 2019 – 17:30 WIB

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Waterpauw (Foto:Istimewa)

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Waterpauw (Foto:Istimewa)

WAMENA, REQNews – Pascapenusukan yang menewaskan pekerja bangunan asal Toraja, Deri Datu Padang (30 tahun) di kawasan Distrik Woma, Wamena, Papua, Sabtu kemarin, warga non-Papua mulai mempersenjatai diri.

Hal ini dilakukan warga sebagai upaya membentengi diri dari aksi kriminal orang tak dikenal di wilayah Wamena. Menyingkapi ini, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Waterpauw tidak membenarkan upaya warga tersebut.

Jenderal asal Papua ini pun melarang warga mempersenjatai diri di jalanan Wamena. Menurut Waterpauw, upaya warga ini akan menimbulkan keresahan dan memicu situasi Wamena tidak aman. “Kita larang, nanti membuat praduga-praduga dari pihak lain. Serahkan kepada aparat kepolisian,” tegas Waterpauw, Minggu, 13 Oktober 201.

Waterpauw mengaku sangat memahami perasaan warga akibat penusukan di daerah Woma. Namun dia meminta warga agar membentengi diri di lingkungan tempat tinggal masing-masing, bukan dengan berjaga-jaga di jalanan atau memblokade jalan.

“Saya minta dengan sangat warga yang inggin membentingi diri cukup dilakukan di area tempat tinggal, bukan berjaga-jaga di jalan-jalan karena akan membuat situasi tidak aman. Kita tahu keadaan dan perasaan anda,”tutur Waterpauw.

Dia pun meminta warga agar tidak bertindak sendiri apabila melihat atau mengetahui adanya kelompok-kelompok yang patut dicurigai.”Kalau melihat atau mengetahui kelompok –kelompok tertentu agar menyampaikannya kepada aparat kepolisian. Kami tindaklanjuti,” katanya.