Terkait Cambridge Analytica, Facebook Dituntut Jaksa Agung

Kamis, 20 Desember 2018 – 16:32 WIB

Foto: Time Magazine

Foto: Time Magazine

Washington D.C., Reqnews - Jaksa Agung Karl Racine menuntut Facebook ke Pengadilan Tinggi D.C., Amerika Serikat. Tuduhan yang dikenakan kepada media sosial itu adalah melakukan sejumlah kekerasan privasi dalam cakupan yang cukup luas dan besar.

Sebagaimana dilansir Reqnews dari CNN, tuntutan yang diumumkan pada Rabu (19/12) kemarin mengatakan, “Para konsumen Facebook secara rasional mengharapkan bahwa Facebook akan mengambil langkah-langkah sepatutnya untuk memelihara dan melindungi data mereka. Facebook mengatakan kepada mereka demikian, berjanji bahwa dibutuhkan sejumlah permintaan untuk menghormati privasi konsumen Facebook. Facebook telah gagal bertindak sesuai dengan komitmen tersebut.”

Dalam dakwaan tersebut, Racine menuntut kaitan Facebook dengan Cambridge Analytica sebuah firma analisis data yang berhubungan dengan kampanye Presiden Donald Trump tahun 2016. Tuntutan itu juga mengatakan pengungkapan awal tahun ini tentang pengguna info yang dikumpulkan oleh Cambridge Analytica mencerminkan kegagalan tanggung jawab Facebook untuk melindungi privasi dan mengikuti regulasi perlindungan konsumen yang dimiliki negara bagian D.C.

Selain itu, negara bagian D.C. ingin mendorong Facebook untuk mengambil langkah menghindari tindakan pelanggaran regulasi perlindungan konsumennya di masa mendatang, dan juga membayar restitusi. 

Dalam artikel pemberitaan di CNN, Racine mengatakan kepada reporter perihal niatnya, yaitu Facebook membangun “protokol baru” untuk melindungi data pengguna dan mengatakan lebih jauh bahwa ia berharap tuntutan akan menyampaikan sebuah pesan kepada “platform lainnya dalam ruang teknologi yang lebih luas.”

Sementara itu, juru bicara Facebook mengatakan, “Kami meninjau ulang keluhan itu dan melihat ke depan untuk melanjutkan diskusi kami dengan para penuntut umum di D.C. dan tempat manapun.”

Pihak Cambridge Analytica mengumumkan pihaknya telah tutup pada bulan Mei. Sebelumnya, pada April lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg tampil sebelum Konggres setelah laporan-laporan mendokumentasikan bagaimana Cambridge Analytica melanggar regulasi Facebook dengan cara mengakses data pengguna dengan cakupan yang luas.

Sehari sebelum pihak D.C. mengumumkan dakwaan ini, media The New York Times melaporkan bahwa Facebook telah menawarkan lebih banyak data pengguna dari yang diakui sebelumnya kepada perusahaan-perusahaan termasuk Microsoft dan Amazon. (*/Prazz)


Sumber : CNN