Seorang Penunggak Pajak Disandera, Ini Penjelasannya

Rabu, 30 Oktober 2019 – 09:30 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

SURABAYA, REQNews - Seorang penunggak pajak di Surabaya disandera di Jakarta pada Senin, 28 Oktober 2019, pukul 19.30 WIB. Penunggak pajak berinisal DST tercatat di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tegalsari, Surabaya dan telah menunggak pajak Rp1,68 miliar sejak 17 April 2007.

Atas penunggakan pajak ini Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I terpaksa melakukan menyandera atau gijzeling.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur l, Eka Sila Kusna Jaya di Surabaya, mengatakan, penyanderaan dilakukan setelah bekerja sama dengan Direktorat Penegakan Hukum Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, dan penunggak pajak itu disandera saat berada di daerah Kayu Putih Jakarta Timur.

"Sebelumnya, penagihan aktif yang merupakan upaya terakhir telah ditempuh oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk mengamankan penerimaan pajak negara, namun dihiraukan oleh wajib pajak tersebut," katanya, Selasa, 29 Oktober 2019.

Kata Eka, tindakan penyanderaan merupakan upaya terakhir dari serangkaian tindakan penagihan aktif yang dilakukan terhadap para penunggak pajak.

Penagihan pajak aktif dimulai dengan tindakan menegur atau memperingatkan, melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, kemudian memberitahukan surat paksa dan mengusulkan pencegahan, serta melakukan penyitaan sampai yang terakhir adalah melaksanakan penyanderaan.

Ia berharap, upaya penyanderaan atau pengekangan sementara waktu membuat wajib pajak dapat segera melunasi utang pajaknya, dan dapat memberikan efek jera kepada para penunggak pajak lainnya.

Dengan adanya kejadian ini, wajib pajak lainnya yang berencana tidak kooperatif akan berpikir ulang dan setiap warga bisa melakukan pemenuhan kewajiban perpajakannya kepada negara.