Jangan Coba Kabur! Usai Ditangkap, Ini yang Terjadi pada Napi Rutan Wates

Rabu, 30 Oktober 2019 – 11:00 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

KULON PROGO, REQNews - Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Wates di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan lima narapidana yang kabur pada Minggu, 27 Oktober 2019, tidak akan mendapat remisi selama sisa tahanan.

Kepala Rutan Kelas IIB Wates Deny Fajariyanto di Kulon Progo, mengatakan lima narapidana Dani Saiful Arifin, Pinasthi Bayu Setya Aji, Abdul Aziz, Taufikurahman, dan Sutristiyanto yang kabur tidak mendapatkan haknya sebagai narapidana.

"Mereka tidak diberikan sanksi khusus karena memang tidak ada regulasi yang mengatur hal itu. Meski demikian, napi yang melarikan diri tidak akan diberikan hak-haknya dalam waktu tertentu seperti remisi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan sebagainya," kata Deny Fajariyanto, Rabu, 30 Oktober 2019.

Ia mengatakan dalang pelarian para narapidana ini diketahui diotaki Sutristiyanto, yang merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemberatan.

"Berdasarkan pengakuan narapidana Sutristiyanto ada sedikit gejolak di keluarganya, sehingga ingin keluar tahanan untuk menyelesaikan masalah tersebut," katanya.

Selain sebagai otak, Sutristiyanto juga mengajak napi lain untuk melarikan diri. Residivis ini bahkan diketahui mengancam dan mengintimidasi Pinasthi hingga ikut terlibat dalam aksi tersebut, meski hukumannya hanya tersisa tak sampai satu bulan. Pinasthi seharusnya bebas pada November mendatang.

"Pinasthi tahu kalau mau bebas, tapi diancam akan dilukai. Tim kami sedang mendalami hal itu," katanya.

Lima napi yang berhasil ditangkap kembali kemudian diisolasi untuk mempermudah pemeriksaan serta menjaga keamanan karena tidak menutup kemungkinan peristiwa ini akan berimbas pada warga binaan lainnya. Kami juga menerjunkan tim medis untuk mengobati napi yang mengalami patah kaki.

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Wates Priyato mengatakan sampai saat ini mereka masih di ruang khusus isolasi.

"Sementara waktu, mereka tidak boleh keluar ruang isolasi dan tidak boleh dikunjungi oleh siapapun, termasuk keluarga," katanya.