KPK Bongkar Dugaan Aliran Dana Suap Jaksa Eka ke TP4 Pusat

Jumat, 08 November 2019 – 08:00 WIB

Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto REQnews)

Juru bicara KPK Febri Diansyah (Foto REQnews)

JAKARTA, REQnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak henti-hentinya mengungkap dalang dan pelaku kasus suap terkait lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan di Pemkot Yogyakarta. Kali ini, KPK membongkar peran salah satu jaksa yang diduga menerima aliran dana haram tersebut.

Untuk membuktikan dugaan itu, lembaga antirasuah itu memeriksa delapan orang saksi pada Kamis 7 November 2019 kemarin. Pemeriksaan itu dilakukan mendalami dugaan penerimaan dari Wali Kota Yogyakarta ke kantong jaksa Eka Safitra.

"KPK mendalami informasi terkait dengan dugaan penerimaan lain tersangka EFS (Eka Safitra) dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan wali kota," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Jumat 8 November 2019.

Beredar informasi, suap yang diterima jaksa Eka diduga mengalir ke sejumlah pejabat tinggi di jajaran TP4 pusat.

Asal tahu saja, Eka merupakan jaksa pada Kejaksaan Negeri Yogyakarta yang jadi tersangka dalam kasus tersebut.

Febri menambahkan, pemeriksaan digelar di Kantor BPKP Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta di Bantul.

Sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap dalam lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan di Kota Yogyakarta.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni Eka Safitra jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D, Satriawan Sulaksono jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, dan Gabriella Yuan Ana sebagai Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri.