Bahaya, Pacitan Masuk Daftar Wilayah Rawan Gempa Tektonik! Ini Buktinya

Sabtu, 09 November 2019 – 09:00 WIB

Ilustrasi gempa bumi (doc: istimewa)

Ilustrasi gempa bumi (doc: istimewa)

PACITAN, REQnews – Kabupaten Pacitan masuk dalam daftar wilayah yang paling rawan terkena gempa tektonik untuk wilayah Jawa Timur. Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Alasannya karena wilayah tersebut berhadapan dengan zona megathrust selatan Jawa dan terletak di jalur sesar Grindulu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Namun, ia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan upaya mitigasi agar masyarakat perlu memahami pentingnya bangunan rumah yang strukturnya kuat dan aman saat terjadi gempa bumi.

“BMKG menyarankan untuk membangun rumah dengan pondasi rumah tahan. Namun, jika pondasi ini terbilang mahal, maka disarankan untuk membangun rumah dari bahan ringan seperti kayu dan bambu," ujarnya melalui keterangan resminya, Jumat 8 November 2019.

Daryono lalu menghimbau agar dilakukan kajian mendalam terkait bahaya dan risiko gempa di Kabupaten Pacitan. Soalnya pada 27 Mei 2006, pemerintah daerah Yogyakarta sempat 'kecolongan' dengan sesar Opak yang ternyata masih aktif dan memicu peristiwa gempa besar.

"Jika perlu, ada kajian sejarah kegempaan purba yang terekam dalam lapisan batuan yang berusia ribuan tahun di sepanjang Sungai Grindulu barangkali dapat membantu memberikan petunjuk mengungkap periodisitas gempa kuat yang pernah terjadi dipicu struktur sesar ini pada masa lalu," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, BMKG mencatat pada Kamis 7 November lalu, sekitar pukul 21.27 WIB terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,1 yang berlokasi di arah tenggara kota Pacitan, pada kedalaman 11 kilometer. 

Guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga yang tinggal di Pacitan, Kebon Agung, dan Tamperan.
Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif. 

Dalam keterangannya, Daryono menyebut lokasi episenter gempa ini diduga kuat bahwa pembangkit gempa ini adalah Sesar Grindulu.

Pada beberapa literatur hasil kajian, jalur Sesar Grindulu melintasi 5 kecamatan di Pacitan. Lima kecamatan itu yakni Kecamatan Bandar, Nawangan, Unung, Arjosari, serta Donorojo. (Binsasi)