IPW: Ada 'Kegaduhan' di Internal Polri Soal Calon Kabareskrim

Minggu, 10 November 2019 – 04:00 WIB

Ilustrasi Bareskrim (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Bareskrim (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Posisi jabatan Kabareskrim Polri hingga saat ini masih kosong. Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang belum menunjuk sosok penggantinya di unit utama polisi reserse Indonesia tersebut.

Pasalnya di surat telegram kapolri 8 November 2019 yang berisi mutasi 206 perwira Polri tidak ada yang menduduki posisi Kabareskrim. 

"Mutasi di tubuh Polri kali ini terlihat sangat aneh. Bagaimana tidak kenapa jabatan yang kosong itu belum diisi dalam mutasi ini, justru yang dimutasi sejumlah posisi yang sesungguhnya belum begitu mendesak untuk direposisi," kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane di Jakarta, Sabtu 9 November 2019.

Neta menduga masih terjadi perdebatan dan 'kegaduhan' di internal Polri tentang sosok yang berhak menjadi Kabareskrim. Ia pun melihat ada indikasi intervensi jalur kekuasaan untuk mendudukkan figur tertentu.

"Sementara internal Polri menilai figur tersebut masih sangat junior dan menginginkan tampilnya figur senior yang menjadi kabareskrim baru," ucapnya.

Ia juga menilai bahwa beberapa sosok yang ditunjuk Kapolri Idham Azis untuk menempati jabatan strategis dalam mutasi tersebut, adalah pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan kapolri.

"Dari mutasi ini terlihat Idham Azis sebagai kapolri baru mulai menunjukkan kekuatannya dengan menyusun orang-orangnya maupun pendukungnya. Mutasi ini menunjukkan juga secara nyata bahwa kekuatan lama di Polri begitu cepat digeser Idham dan figur-figur milik kekuatan lama itu ditempatkan pada posisi posisi yang kurang strategis dan turun kelas," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 206 perwira tinggi dan perwira menengah Polri mendapatkan mutasi jabatan yang tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor/ ST/3020/XI/KEP./2019 tertanggal 8 November 2019.